Gak Bisa Bohong Gak Suka Baca Buku

pexels.com

Media belajar saya kebanyakan dari menonton dan mendengar. Nontonin banyak video YouTube, dokumenter atau kalau lagi sedang mood baik liat NatGeo aja yang memanjakan mata. Sering juga dengerin obrolan ibu-ibu yang sedang beli sayur dekat jendela kamar saya kalau pagi. Dari mereka ini saya belajar banyak bagaimana cara menggiring opini ke satu sisi.

Saya keliatan suka membaca hanya karena memakai kacamata minus yang photochromic yang kadang disangka hanya buat gaya-gayaan.

Keliatan cerdas, padahal enggak. Keliatan suka baca buku padahal karena kebanyakan nge-game di laptop.

Saya gak pernah membuat status di WhatsApp sedang baca ini-itu, posting instagram one week one book atau fotoin cover buku populer yang kebanyakan isinya motivasi kompilasi ulang.

Saya gak bisa membohongi diriku sendiri bahwa membaca buku itu nikmat. Ini contohnya; baru beberapa menit melototin tulisan saja mata udah terasa berat dan ngantuk. Kalau memaksakan lagi bokong terasa linu karena tubuh statis. Kalau masih lanjut memaksa, udah selesai membaca satu bab, kadang lupa inti dari tema tulisan itu apa karena pikiran kemana-mana.

Ada beberapa teman yang bookworm masih sempat-sempatnya membawa buku ketika sedang bepergian. Buku itu mereka baca ketika waku luang di dalam kendaraan atau sedang di penginapan. Lah kalau saya, baca buku di dalam kendaraan bakalan pusing dan ujung-ujungnya mabok. Sedangkan di penginapan, saya biasanya nongkrong di lobby sambil ngobrol dengan resepsionis atau tamu lain yang sedang menginap. Siapa tau mereka punya sidejob yang menarik atau mengenalkan saudaranya yang belum mendapatkan jodoh.

Temen saya itu ketika berlibur di pantai bisa-bisanya hanya duduk di bawah pohon kelapa sambil baca buku, lah kalau saya pasti sibuk cari kang pop mie kemudian main air laut. Kalau enggak ya pura pura sok baik mau ambilin foto cewek-cewek yang sedang di pantai yang ujung-ujungnya… boleh minta nomor wa-nya, Mbak?

Saya kebanyakan terpaksanya kalau membaca buku. Misalkan buku kuliah yang emang wajib banget dibaca kalau ingin nilai baik, buku pelajaran sekolah anak-anak dari berbagai penerbit untuk studi perbandingan, membaca hak dan kewajiban seorang karyawan, membaca silabus dan pengembangan nya, yang mana saya harus belajar juga menggunakan taksonomi bloom, atau membaca kurikulum agar tidak plonga plongo ketika menghadapi asesor yang super teliti.

Namun, kalau ada cewek atau idolaku nomor dua menyarankan untuk membaca buku anu, maka secepatnya saya akan berusaha membuat ikhtisar, mencari quotes yang uwu dan kalau memungkinkan ya beli deh tuh buku. Selanjutnya mendiskusikan isinya setelah sebelumnya baca dulu blognya Mbak Ai.

Budaya di kita memang budaya bertutur, bukan menyukai kesepian di pojokan kamar atau ruang belajar. Dan gak ada yang salah dengan itu.

Yang gak saya sukai, membaca buku itu butuh waktu yang spesial dan tidak bisa multitasking.

37 thoughts on “Gak Bisa Bohong Gak Suka Baca Buku

  1. Membaca ini jadi inget, meme yg kemarin aku lihat. Lupa lihat di mana. Sekelompok orang yang sedang mendesak seseorang karena merek berpikir dia adalah orang pintar. Oranv tersebut mengatakan dia tidak pintar. Dan dijawab kelompok di depannya, “tapi kamu pakai kaca mata …”
    Soal multitasking,,,, dulu aku bisa membaca sambil lain2, aku juga dulu masuk kelompok yg suka bawa buku dalam perjalanan. Tapi itu dulu,,,, seiring usia dan beban yg bertambah …tidak bisa lagi,,,, malah pusing dan mual.

    Liked by 1 person

    1. saya malah belum tahu tuh ada meme macam gitu.
      Bener nih, mereka juga bilang saya pinter karena pakai kacamata. ya padahal biasa aja.
      soal multitasking sebenarnya wanita lebih mahir kalau ginian.

      Like

  2. Kalau gak suka, jangan dipaksa Mas πŸ˜„

    Dulu, saya pikir yang pakai kacamata itu kutubuku, ternyata saya salah. Orang juga tidak akan mengira saya suka baca, kalau gak pegang buku πŸ˜…

    Liked by 1 person

    1. Mau gimana lagi, sebenarnya pengen juga sih banyak baca buku. Tapi ya itu, tubuh udah menolak duluan sih. Untung aja ada banyak blog yang memberikan referensi buku buku populer seperti blognya mbak Ai ini. Jadi saya sangat terbantu untuk ngerti isi sebuah buku tanpa harus berpenah dan pusing untuk tahu isinya dan bagian-bagian mana yang penting.

      Liked by 1 person

  3. setuju dengan multitasking mas, pernah baca buku dengan tujuan cuma biar cepet kelar, penah juga sengaja luangin duduk khusus baca buku aja, bener bener beda banget kualitas nya, yang kedua rasanya lebih ngena dan maknanya lebih dapet. huhuhu gimana ya tapi kalo udah sibuk kerja seharian buat luangin waktunya :”)

    Liked by 1 person

  4. Saya dulu waktu masih ingin dibilang ‘pembaca’ perginya ke toko buku atau perpustakaan, mas.
    Ke pantai yo main ombak, ke gunung yo merhatiin yg ijo2.
    Kesimpulannya: sama, ga bs multitasking. Etapi, itu buat yg sdh menua seharusnya, anak muda seperti pak guru harusnya tergantung situasi dan kondisi πŸ™‚ .

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s