Pengalaman Pertama Kali mengikuti Ruqyah

Ini merupakan pertama kalinya saya mengikuti acara ruqyah.

Dahulu, saya selalu takut untuk mengikuti acara semacam ini. Takut melihat reaksi-reaksi yang ada. Takut saya ngomyang sendiri tidak jelas sehingga dapat membuka aib sendiri di depan banyak orang-ini lebih menakutkan daripada melihat jin pengganggu dan perasaan takut yang lainnya. Namun hari minggu kemarin saya memberanikan diri hanya karena penasaran saja.

***

Sebelum memulai Ruqyah, mereka memberikan semacam pengetahuan dasar dulu mengenai macam-macam penyakit serta asal-usulnya. Mereka menjelaskan penyakit tersebut terbagi menjadi dua, yaitu penyakit jasmani dan penyakit rohani. Penyakit jasmani dapat terdeteksi dengan mata telanjang, sedangkan penyakit rohani tidak dapat terdeteksi. Penyakit jasmani untuk bisa sembuh dapat mendatangi dokter atau rumah sakit, sedangkan penyakit rohani dapat dibantu dengan ruqyah ini. Mereka menceritakan bahwa obat terbaik untuk segala penyakit adalah Quran. Dan makanan penyembuh terbaik adalah madu, ini merujuk kepada Quran ada surat an-Nahl (lebah)/ an- Ni’am (nikmat-nikmat), yang menjelaskan dengan gamblang keistemawaan lebah dan madu.

Bagi saya ini sangat penting untuk memahami konsep penyakit itu sendiri, saya benar- benar memperhatikan dengan seksama ketika membahas penyakit yang bersumber dari rohani yang dapat menyebabkan penyakit pula pada jasmani, misalkan pusing, sakit punggung, sakit pernafasan, sakit perut dll.

Setelah itu kami di suruh minum air putih biasa yang disediakan panitia. Kemudian kami di tuntun untuk membaca surat yang dapat digunakan untuk mengusir setan, Al- Fatihah, Al- Baqarah, Al Ikhlas, An- Naas, Al Falaq dan Ayat Kursyi (mereka mengatakan ini surat?) dan entah apalagi saya tidak tahu. Lantas mereka menyuruh meniupkan ke sisa air yang belum kami minum tadi.

Beberap menit kemudian, mereka memberikan madu yang telah bercampur dengan minyak zaitun dan habbatus. Di minumkan sebanyak tiga atau empat tetes. Perasa orang akan berbeda-beda, ada yang merasakan manis, ada yang merasakan pahit, ada yang malah seperti merasakan oli. Saya sendiri? Manis. Tentu saja..Heu heu..

Setelah itu mereka membacakan surat surat di atas dengan keras, kemudian ada beberapa orang yang sudah mengalami reaksi. Orang akan berbeda-beda, ada yang mual ingin muntah ada pula yang menangis ada pula yang teriak teriak tidak jelas. Untungnya tidak ada yang sampai curhat mengenai masalah pribadi.

Sedangkan saya?? Tanpa menunjukkan reaksi apa-apa. Saya sendiri heran. Padahal saya sudah mencoba berkonsentrasi penuh dan sudah pasrah-memasrahkan diri apa yang akan terjadi pada saya maka terjadilah, namun tidak bereaksi apa apa Seperti sarannya mbak Ikha yang baru mudik ke Ngawi itu. Namun ya tidak terjadi apa-apa, masa iya saya akan berpura-pura muntah atau menangis?.

Hanya saja, ketika mereka sedang membacakan surah surah itu, lantas saya mendengarkan dengan seksama lantunan ayat suci itu, tubuh saya seperti melayang diatas tubuh saya sendiri. Terbagi menjadi dua. Sesaat saya ingat bahwa perasaan seperti ini sama persis dengan ilmu ngrogoh sukmo yang dahulu pernah saya pelajari – melepaskan ruh dalam tubuh, sehingga ruh itu bisa kemana-kemana dengan meninggalkan jasadnya – saya benar-benar ketakutan, dan berusaha untuk mengembalikan tubuh yang melayang itu ke tempat semula. Setelah kembali, sesaat kemudian tubuh saya serasa terpisah menjadi dua lagi, namun kali ini menyamping. Lagi-lagi, saya berusaha dengan kuat untuk menyatukan dua tubuh saya kembali. Akhirnya berhasil. Aneh, ini tidak sesuai dengan reaksi yang telah mereka sebutkan sebelumnya.

Setelah itu saya hanya merasakan tenang. Meskipun suasana masjid saat itu penuh tangisan dan orang yang muntah-muntah.

Jadi kesimpulannya, saya tidak memiliki jin pengganggu. Alhamdulillah.

Sebenarnya saya ingin menanyakan kepada mereka mengapa reaksi saya berbeda dengan orang lain, namun karena saya harus antri dengan ibu-ibu, ya ogahlah yaa, tau sendiri lah the power of emak-emak.

Mereka juga mengajari kamia bagaimana membentengi diri dari jin jahat dan bagaimana caranya mengobati orang lain.

 

Have a nice day, bro.

 


 

Advertisements

23 thoughts on “Pengalaman Pertama Kali mengikuti Ruqyah

  1. Waw, penyembuh terbaik? Ok2…

    Menurut sy, slain mas baik2 aj, gak ada “pengganggu” di rohani mas Seta, sy pun klau ksna gak bkalan sprti yg diceritakan org2 ttg ruqyah tsb…knp?
    Krn sy msh mnganggap itu smua hnya pepesan kosong belaka…waw..songong kli sy ya…hhmm…bkn…krn sy prnh mnghdapi hal srupa, trmsuk menghadapi org yg punya kkuatan tnaga dlm.. syaratnya yg punya tnga dlm bnar2 tak blh mnyentuh kira..yakin sj…katanya trpntal atau trjdi manifestasi itu hnya hoax blka..
    Maaf, blh kan beda pbdapat…

    Liked by 1 person

          1. hlah kan biar paham mas, 😂.. daripada penasaran dan membuktikan sendiri😂😂.. nanti dikasih testimonial. Kalau tidak mau mencoba berarti anda masih mempunyai perasaan ragu..😂

            Like

  2. Aku juga pengen diruqyah, tp in private, takut jadi viral klo terjadi apa2 d ruqyah massal..

    Umumnya klo maw ruqyah harus ikut workshopnya dulu kan ya baru bisa in private?

    Like

  3. Saya mesti takut bayanginnya. Tapi dulu pernah ikut dan nggak bereaksi apa-apa. Entah mungkin saya yg resisten atau nggak fokus

    Like

    1. aha..sama, awalnya takut karena terlalu banyak referensi yang horor.

      saya juga ada reaksi.Malah di candain temen bahwa jin nya pergi duluan ketika mau ruqyah.. terus sorenya kembali.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s