Tips melewati Ujian Praktek SIM C

img_20170119_110244

Untuk mendapatkan SIM C, rintangan yang paling sulit adalah ujian praktek. Dalam ujian praktek kita diharuskan melewati 4 rintangan.

  1. Mengendarai motor zigzag
  2. Mengendarai motor dalam rute berbentuk angka 8 sebanyak 3 kali.
  3. Mengendarai motor dalam rute berbentuk huruf Y (ujian reaksi)
  4. Mengendarai motor dalam rute berbentuk huruf U.

Waktu aku latihan dulu, pak polisinya ngasih tips dan trik agar bisa dengan melewatinya dengan mudah. Pertama, untuk melewati zigzag kita diharuskan menggunakan gigi 2 agar motor tidak terlalu menyentak ketika di puntir gasnya yang berakibat sulit dikendalikan. Kedua, ketika berbelok usahakan dengan yakin (belok dengan yakin) tidak perlu ragu ragu. Ketiga, harus menggunakan rem kaki. Jangan pernah sekali kali menggunakan rem depan, karena akan berakibat motor makin sulit dikendalikan. Keempat, ketika ingin menambahkan kecepatan agar tidak jatuh, usahakan tidak dengan melepaskan rem, tapi dengan menambah bukaan gas. Kelima, gunakan juga tubuh untuk menyeimbangkan motor agar stabil. Keenam, usahakan kecepatan di 10km/jam.

Ketika menemui rute yang berbentuk angka 8, jangan sekali kali melihat roda depan. Usahakan melihat kearah luar lingkaran yang lain.

Kalau rute yang huruf Y sih mudah banget, gak perlu dibahas panjang lebar. Sedangkan yang huruf U, kita tidak akan bisa melewatinya tanpa merebahkan badan dan motor kita kearah alam tikungan.

img_20170119_103701

Dari kesemua trik itu tadi, yang paling menentukan adalah suasana emosi dan pikiran kita sangat menentukan. Berusahalah tenang, santai dan sabar. Memang tidak akan sekali dua kali latihan langsung bisa, tapi butuh beberapa kali. Aku sendiri butuh latihan 3 hari berturut turut baru bisa menyelesaikannya dengan lancar dan santai. Aku latihan bersama sama anak SMA waktu sore ketika suasana kantor sudah tidak dipakai lagi untuk ujian praktek.

Benar yang pak polisi bilang, rintangan itu bukan hal yang mustahil untuk ditaklukkan jika mau latihan dan sabar.  Yang bikin gue semangat latihan adalah, pak polisinya yang udah agak tua itu aja bisa melewati semuanya hanya dengan tangan satu.

 

Seper, Wonoasri, Wisata Alam yang membuat hati adem

 

 

 

 

Seper Wonoasri, Jatipurno, Wonogiri, Jawa Tengah.

Nulis tentang wisata di tempat asal aah..

Tempat wisata baru yang lagi

nge hits di Instagram bagi kawula muda Wonogiri adalah Wonoasri. Rutenya dari Wonogiri kota ke arah timur menuju Jatisrono. Sampai di Jatisrono belok kiri ke arah Jatipurno. Nanti di kanan jalan ada petunjuk jalan ke Wonoasri. Untuk masuk ke kawasan Wonoasri nanti akan melewati jalan cor dan jalan sedikit berbatu juga sempit. Jadi bagi yang membawa mobil harap hati hati, sedangkan yang bawa motor hati hati dengan jalan yang licin ketika musim hujan tiba.

Biaya masuk saat artikel ini ditulis (30 Januari 2017) adalah Rp. 8000, per kepala sudah termasuk uang parkir. Sedangkan biaya untuk naik ke rumah pohon ada yang Rp 2000, ada juga yang Rp. 5000,- tergantung yang besar atau kecil.

Fasilitas yang ada disana antara lain; kuda, kereta kelinci, musholla dan toilet, serta warung makan yang lengkap. Bahkan penjual cilok pun gak absen.

Mengurus Denda Tilang Tidak Serumit yang dibayangkan

 

Tanggal 9 Januari kemarin, dalam perjalanan untuk memperpanjang SIM, aku kena tilang gara gara SIM  sudah kadaluarsa. Sebelumnya aku pikir dengan membuat blur tanggal lahir dan masa berlaku kartu bisa untuk mengelabui petugas, eh kenyataannya  mereka tau juga kalau SIM nya udah terlambat dengan berdasarkan nomor serinya.

Iseng-iseng aku tanya mereka kenapa bisa tahu, mereka menjawab: “Nomor SIM jika dimasukkan ke dalam situs simonliepolri akan ketahuan itu masih berlaku atau enggak. Jadi gak usah pakai acara tipu tipu segala biar gak malu sendiri”. Okay pak petugas, aku nurut aja biar lancar.

Ketika menuliskan di surat tilang, petugasnya bilang: “ Ini Mas ikut sidang atau biaya sidang dititipkan ke saya, jadi Mas gak perlu datang langsung ke Pengadilan andai Masnya sibuk?” sambil kedip mata, mungkin karena terkena banyak asap kendaraan. Okay, Karena aku belum pernah ikut sidang sama sekali maka aku milih opsi ini yang katanya nanti akan lebih murah (kata petugas).

Di surat tilangnya sudah di tuliskan aku sidang pada tanggal 19 Januari di Pengadilan Negeri pukul 08.00.

Dan pada hari yang ditentukan aku datang tepat jam 08.00 di Pengadilan Negeri, dan eh ternyata ada banyak banget orang yang bernasib sama denganku, muda tua, laki, perempuan semua tumpah ruah di pelataran Pengadilan Negeri.

Seperti yang telah diceritakan teman teman bahwa sidang tilang itu berlangsung cepat dan rombongan, tidak seperti sidang yang terlihat di TV yang begitu menyeramkan. Dan ternyata memang demikian adanya, melalui petugas resepsionis katanya mulai hari ini (Kamis, 19 Januari) urusan tilang menilang yang ikut sidang langsung dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri sekalian mengambil barang buktinya (STNK, SIM). Dan kami beserta rombongan yang mirip rombongan pawai suatu partai ketika mau pemilu akhirnya ke Kejaksaan Negeri.

Setelah tanya sana sini dengan petugasnya, kami disuruh langsung menumpuk Surat Tilang dari Polisi (warna merah) di loket yang disediakan. Setelah itu kita dipanggil satu demi satu melalui pengeras suara berdasarkan urutan Surat Tilang yang telah dikumpulkan tadi (nama yang dipanggil berdasarkan nama di surat tilang, bukan nama yang tetera di STNK). Setelah dipanggil kita langsung menuju loket yang dijaga mbak mbak untuk membayar denda sebesar Rp. 50.000, (tanpa kuitansi) untuk ditukar dengan barang bukti yang ditahan polisi. Abis bayar ya udah kami pulang.

As simple as that.

Total Biaya hari itu: Pertamax 20.000, Makan 15.000, Denda 50.000, parkir 2.000. Jumlah keseluruhan, Rp. 87.000,-. Masih dibawah 10.000.

Jadi poin pentingnya, kalau rumahnya deket dengan Pengadilan Negeri, mendingan ikutan sidang sendiri daripada nitip petugasnya. Kalau rumahnya jauh sampai keluar kota, hitung hitunglah biaya perjalanan bolak balik dan jajannya, kalau ternyata jatuhnya lebih mahal ya mendingan nitip.

Aku pernah ditilang di daerah Yogyakarta akibat dari melanggar lampu lalu lintas disekitar Gramedia, lampu hijaunya aku kira yang lurus, ternyata untuk yang ke kanan. Dan ya sudahlah aku pasrah aja wong emang salah kok.

Waktu itu dendanya kalau nitip petugas 100.000, kalau ikutan sidang mungkin sekitar 30.000 (kata petugas). Jauh lebih murah, kan ?Meskipun lebih murah aku ya emohlah ikutan sidang, wong biaya perjalanan dari rumah sampai ke jogja paling gak butuh 300.000 + 30.000 kok. Masing lebih untung banyak nitip lah.

Dan balada selanjutnya adalah membuat SIM Baru.

Aplikasi Yang Bikin Cepet  Naik Darah 

 

Aku sebagai operator sekolah berkewajiban untuk meng entry semua data yang berkaitan dengan sekolah. Mulai dari Nama siswa, hingga jumlah kursi di laboratorium dan juga harus memperhitungkan jumlah kerusakan minor dan mayor semua barang inventaris sampai dengan kondisi kusen disetiap ruangan. Sebagai gambaran apa saja yang data apa saja yang harus dimasukkan aku kasih contoh; misalkan ada siswa baru bernama Ikhsan Laili, maka kami harus entri, NIK, Nama orangtua, pekerjaan, jumlah pendapatan bulanan, alamat, no seri ijazah, no seri SKHUN, no pesertan Ujian Nasional SD, tinggi badan, berat badan, jumlah saudara, jarak rumah dengan sekolah, prestasi, riwayat penyakit, wali, JK, agama, status anak, NISN, No absen, No induk, No peserta KPPS, jenis kendaraan yang dipakai ke sekolah, tanggal lahir, dan masih banyak yang lain. Dan untuk entrian data kelas, jumlah kursi, meja, jam dinding, gambar, komputer, papan tulis, papan pengumuman, tempat cuci tangan, kondisi ruangan, tembok, kusen, pintu, jendela, gagang pintu, lantai, atap, panjang x lebar, tempat sampah..untung aja jumlah genteng gak disuruh ngisi.

Untuk “memudahkan” entri kami diberikan aplikasi Dapodik (Data Pokok Pendidikan)  yang bersumber dari Kemdikbud. Aplikasi ini bisa didownload secara mandiri oleh masing masing operator sekolah mulai dari SD sampai SMK. Dapodik bisa digunakan offline dengan tujuan ntuk mengantisipasi sekolah yang sulit mendapatkan koneksi internet. Sebelum menggunakan kami diberikan nomor registrasi berbeda beda antar sekolah oleh UPT Pendidikan yang digunakan untuk mengunlock aplikasi.

Kami mengerjakan entrian data secara offline dan secara berkala mengirimkan data yang berubah secara online. Istilah populer untuk kami adalah sinkronisasi !!!!!. Untuk sekolah yang kesulitan akses internet bisa menitipkan file hasil dowloand untuk kemudian di upload secara terpisah.

Untuk hasil data yang kami sinkronkan bisa dilihat secara langsung di situs Kemdikbud. Hasil ini akan terlihat bagi semua pengakses (kecuali no.rekening sekolah).  Jadi akan terpetakan rasio guru dan siswa di suatu daerah. Rasio siswa miskin dan mampu dan jumlah keseluruhan siswa dari se Indonesia.

Awalnya kami tidak keberatan dengan sistem ini karena semua data akan saling terhubung mulai dari SD hingga SMA/SMK. Operator SMK/SMA tinggal “tarik” siswa yang sudah diluluskan oleh operator SMP, sedangkan operator SMP juga tinggal “ tarik” dari hasil kerjaan operator SD. Jadi yang paling susah sebernya operator SD karena menginput data dari awal.

Tapi seiring berjalannya waktu, aplikasi ini jadi makin tambah fiturnya. Bukan menambah ringan dan mudah pekerjaan tapi malah bikin mbulet. Contohnya adalah penguncian edit nama dan tanggal lahir. Untuk menghapus satu siswa aja diharuskan untuk masuk kembali ke tahun sebelumnya baru bisa menghapus data tersebut (dan lebih sering gagalnya) atau diharuskan untuk upload scan ijazah untuk di approve oleh dinas.

Yang sering banyak dikeluhkan kami adalah rajinnya server down atau maintenance (sering memplesetkan menjadi “main tenis”). Bukan satu hal yang bisa dimaklumi karena ini server dari pemerintah, dan downnya itu pada saat saat kritis. Menyebalkan. Masa iya server pemerintah kalah dengan server TOKOPEDIA.  Bukankah bisa minta anggaran yang “lebih” untuk membangun server yang lebih mumpuni agar kerjaan menjadi lancar dan membuat kami bahagia karena hasil kerjaan bisa langsung dilihat tanpa harus menunggu berhari hari.

 

Kerja lagi semangat lagi


Setelah 2 minggu penuh libur sekolah, minggu ini kegiatan belajar dan mengajar sudah normal lagi. Anak anak sudah mulai terbiasa dengan rutinitas PR dan tugas dan juga jengkel ke gurunya.

Guru juga sudah mulai dengan rutinitas bangun dan berangkat pagi, menyiapkan materi pembelajaran dan lebih stress lagi menghadapi anak anak yang masih berasa liburan.

 

Kok Hujan Sepanjang Tahun?


Akhir tahun ini dihiasi hujan yang tidak ada hentinya. Dari sore hingga sore kembali selalu hujan melulu. Sama seperti aku tadi pagi yang membuat status BBM, ” Hujan tolonglah berhenti untuk sementara,status BBM teman teman juga sama, mereka mengutuk hujan yang tidak berhenti.

Hujan yang tidak juga berhenti mengakibatkan gak hanya cucian yang sulit kering, tanaman kesayangan yang udah aku tunggu  selama beberapa bulan malah hancur dan tidak bisa dipanen lagi karena batang dan buahnya busuk terkena limpahan hujan. Cabai, tomat , sawi tomat bahkan jagung juga ikutan busuk buahnya. Lebih kasihan lagi yang menanam padi, tahun ini dipastikan tidak akan bisa panen, karena semua tanaman padi yang sudah mulai menguning habis terendam banjir beberapa hari yang lalu.

Baru tahun ini cuaca sama sekali tidak dapat diprediksi. Sepanjang tahun selalu hujan.  Bahkan waktu bulan terkering pun (Agustus) tanah masih basah air hujan. Dengan cuaca macam gini takutnya tahun depan malah kebalikannya, yaitu sepanjang tahun kering. So that, bulan bulan ini aku mempersiapkan untuk beli gentong gentong besar penampung air hujan, dan kalau lagi kepepet bisa digunakan untuk ngangsu  andai kemarau tiba lebih panjang dari biasanya.

Meskipun hujan bikin repot tapi tidak semuanya menyebalkan. Satu hal yang kusuka dari hujan adalah suasananya yang soothing banget untuk tidur seharian. Suara air yang gemericik dari atap seperti alunan musik terapi yang membuat hati dan pikiran menjadi tenang dan hangat. Apalagi ditambah dengan secangkir kopi dan gorengan. Rasanya ingin seharian hujan tidak usah berhenti.

Hujan bagiku juga paling cocok untuk belajar. Bahkan sejak aku masih di sekolah, suasana paling nikmat untuk menghayati buku pelajaran adalah ketika hujan gerimis di sore hari. Rasanya pelajaran apapun yang aku baca selalu mudah untuk masuk dibandingkan dengan hari hari biasanya.

Dengan hujan ini kita tahu betapa nikmat sebenarnya kehadiran Matahari. Bahwa dengan ketiadaannya maka segala sesuatu yang semula sederhana menjadi hal yang sulit.