Aku dan Melon

Tau buah melon kan, ya?

Buah yang manis berair ini sering kita konsumsi sebagai jus atau dimakan langsung. Buah yang masih saudaraan dengan mentimun dan semangka ini emang paling sedap disantap kalau cuaca panas.

Dulu aku suka banget dengan melon. Tapi sekarang tidak.

Ketidaksukaan saya berawal dari kedatangan saudara babe. Waktu itu, dia ikut mengerjakan budidaya melon didekat waduk gajah Mungkur sana milik bosnya.

Dia menceritakan dengan detail prosesnya. Mulai dari persiapan lahan, penanaman, perawatan sampai dengan panen.

Yang menjadi perhatian disini adalah ketika masa perawatan. Dia bercerita bahwa paling tidak 3 hari sekali (berarti hampir setiap hari) harus melakukan penyemprotan terhadap lahan dan tanaman. Penyemprotan ada beberapa jenis, yaitu pupuk perangsang buah, pestisida dan penguat tanaman, serta pemanis buah.  Ada lagi obat yang dapat membuat daging buah menjadi crunchy.

Hal seperti ini dia lakukan sejak tanaman berbunga, berbuah sampai panen tiba. Itu artinya kurang lebih 2 bulan penuh dia main-main dengan obat-obatan.

Bisa kalian bayangkan sendiri, berapa banyak kandungan bahan kimia yang terserap oleh tanaman. Buah melon itu ibarat sebuah kantong yang berisi endapan hasil semprotan selama dua bulan itu. Bahkan sejak bijinya bersemi, sudah menyimpan pupuk kimia.

Setelah tau ini, dia juga tak lagi suka dengan melon. Padahal dulunya udah masuk level maniak.

Jadi temen temen, jika kalian menikmati buah melon yang non organik berhati-hatilah. Karena yang segar itu sebenarnya banyak mengandung racun yang berbahaya.

Tak hanya melon, buah yang lain mungkin mempunyai perawatan yang mirip ini.

Salam.

44 thoughts on “Aku dan Melon

  1. Saya bingung dengan semua ini, seperti melon ini dia di beri pupuk anorganik, lalu yg di serap oleh tanaman itu, sama atau tidak pupuk organik dengan pupuk anorganik..?
    Karena yg di butuh kn tanaman itu kn NPK, apa bedanya organik dan anorganik pada tumbuhan tersebut..

    Liked by 1 person

    1. aku bantu jawab ya Kak.. mohon maaf kalo kurang tepat.. dan terkesan sotoy xD

      Sebenarnya yang berbahaya bagi kesehatan bukan pupuk anorganiknya, melainkan pestisida sintetis. Pestisida sintetis ini, tidak hilang begitu saja meski sudah dicuci berkali-kali. Mereka menempel pada kulit, bahkan ada yang ikut terserap ke daging buah. Berbeda dengan pupuk, mau organik ataupun anorganik, unsur yang diserap hanya unsur yang dibutuhkan tanaman, dan akan diproses sedimikian rupa oleh tanaman sehingga tetap aman bagi tubuh…

      hanya saja.. pupuk anorganik (dan pestisida sintetis) tidak sehat untuk tanah. Membahayakan bumi.

      Begitu. hihii..

      Liked by 1 person

  2. Tips untuk menghindari buah melon non-organik : Tanam sendiri buahnya, siram pakai air biasa, Pupuklah dengan pupuk organik, Jangan lupa berdoa. πŸ˜… ya nggak mas.

    Liked by 1 person

  3. Gue juga kadang mikir gitu, gak cuma melon doang sih, di pasar juga udah pada banyak sayur-sayur dan buah lainnya yang banyak banget mengandung pestisida. Padahal niat makan sayur dan buah itu biar sehat, tapi kalau bnyak mengandung bahan kimia gini mah gak tahu mau dikata apa!

    Like

    1. Iya sih bener sebenarnya, gak Hanya Melon. Bahkan beras yang jelas kita makan sehari-hari saja dari benih udah ada bahan kimianya.

      Tapi disini saya menceritakan berdasarkan pengalaman pribadi.

      Like

  4. Di Kalimantan, ada namanya langsat Ponti, manisnya gak biasa, mnis bnget. Kata org, ada disemprot cairan khusus ntah ap, atau zat kimia ap.

    Trmksh Mas Seta ataa sharenya ya, stidaknya kita bisa lbih waspada terhadap buah non organik sprti melon ini.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s