Shellaa

Hai,  teman-teman selamat pagi. Tiba tiba saya ingat dengan salah satu murid yang sudah lulus beberapa tahun yang lalu. 

Beberapa tahun yang lalu,  kami mempunyai seorang murid putri bernama Shellaa. Yep A nya memang dua kali,  ini bukan typo. Dia masuk perwalian saya. Anak ini sekarang sudah bekerja di Solo sebagai SPG. 

Anak ini cantik dan pintar bergaul. Dia kecilnya di Jakarta, sehingga tingkah lakunya juga agak berbeda dengan yang lain. Namun untuk urusan akademis,  jauh di bawah teman temannya. 

Karena cantik dan berjiwa sosial yang tinggi,  maka bukan hal yang mengherankan jika dia banyak yang naksir dan punya cowok yang banyak. Dia menjadi idola adik kelas maupun kakak kelas. Berbulan-bulan membuat kami khawatir dengan kondisi ini,  apalagi pada suatu ketika terdapat perubahan besar dalam sikap kesehariannya,  dia menjadi pendiam dan pemurung. Namun kami sudah yakin, permasalahannya pasti tidak jauh dengan urusan cowok. 

Akhirnya kami memanggilnya ke BP untuk menanyakan perihal itu secara pribadi. Dan ternyata memang benar. Dia sedang bertengkar dengan cowoknya, dan cowok itu mengajaknya putus karena tidak mau diajak main- cukup sepele emang bagi kita, namun tidak untuk anak seumuran segitu.

Kami lalu pelan pelan menasehati bahwa hal itu tidak baik,  anak sekolah seharusnya ya memikirkan tentang pelajaran dan tugas-tugas,  bukan malah yang seperti itu. Setelah panjang lebar, kami membolehkan dia untuk berkata mengeluarkan uneg unegnya. Dia dengan sendu hanya menjawab, 

“Yang namanya cinta pak, sulit dilupakan”

Have a great day. 

29 thoughts on “Shellaa

  1. Lhoo kok kyo kenal pak.?

    Kue ketok e sing mbiyen meh rabi mbek aku cuma masalahe beda keyakinan. Aku yakin dadi bojone dek e tp dek e ra yakin meh dadi bojoku hahahahahaha.

    Tapi salut dengan cara panjengan mengamati perubahan sifat muridnya untuk kemudian mengambil tindakan dan mencari solusi.

    Like

  2. Salut untuk kepekaan para Guru untuk segera mengkonsultasikan temuan seperti ini ke bagian BP. Banyak sekali kejadian yang sebenarnya bisa dicegah terjadi pada siswa-siswi sekolah, salah satunya ya seperti kasus yang Kakak tuliskan ini. Keren!

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s