Enak, ya?


Di bawah pohon jambu, ada sekelompok orang yang sedang berdiskusi tentang pandemi yang tidak cepetan usai. Mereka memfokuskan pembahasan pada pendapatan yang makin seret karena banyak projek yang ditutup. 

Saya hanya mendengarkan dari kejauhan.

Tak lama kemudian dua orang menoleh padaku. Mereka ngomong menggunakan nada aneh.

Enak ya guru tu. Mereka tidak mengajar karena muridnya melakukan pembelajaran jarak jauh. Jadi gak perlu datang ke sekolah!

Iya, tuh. Lagian mereka juga masih digaji, padahal gak kerja! Konon mereka juga malah dikasih kuota internet selama 4 bulan. Enak betul, ya!

Kemudian saya berjalan melewati mereka sambil ngomong santai.

Enak, ya? Makanya jadilah guru! He..he..”

35 thoughts on “Enak, ya?

  1. Ha ha ha,,, Pak Guru koq dilawan …
    Mereka nggak tahu padahal para guru malah mendapat beban stress yg baru. Biasanya jam jerja selesai paling lama jam 2 eh sekarang jam kerja bertambah bahkan sampai malam masih ada saja pesan demi pesan WA yg masuk dari tugas2 siswa. Belum lagi harus mengedit video demi video. Setidaknya itu yg kulihat dari guru anak-anakku

    Liked by 2 people

  2. pasti rasanya sulit banget mengajar dari rumah. semangat mas seta! abaikan saja bisik-bisik tetangga itu. saya yakin, bahkan jadi guru satu hari saja saat pembelajaran dari rumah mereka belum tentu mampu 😪

    Liked by 2 people

  3. Hemm…
    Sekarang guru sudah bisa menjawab dengan santai, karena menjawab komentar mereka akan mengundang masalah baru.
    Biarkan, suatu ketika Allah yang bicara.

    Liked by 1 person

    1. Guru, bukan hanya yang ber SK sebagai guru. Baik SK Bupati, dari lembaga maupun ASN. Namun, guru yang sejatinya guru bagi anak 24 jam adalah orangtua.
      Secara finansial mereka memang tidak ada yang menggaji. Namun Gaji mereka melebihi gaji guru, guru dunia akhirat. Dia adalah orangtua. Madrasah pertama dan selamanya.

      Like

  4. Wahhhhh mereka tidak tahu. Kakak saya yang guru malah lebih suka masuk kelas mengajar langsung daripada harus PJJ dan menghadapi anak didik yang enggan mengumpulkan tugas dengan seribu alasan.

    Liked by 1 person

          1. Sepertinya memang tidak ada yang menyukai kondisi seperti ini. Kecuali beberapa anak yang mungkin enggan berangkat setiap hari ke sekolah dan lebih memilih bermain sambil sesekali mengerjakan tugas jika ingat.

            Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s