Melibatkan anak dalam penggunaan media

image

Sebagai guru, kami secara rutin akan di nilai dari dinas untuk mengukur kemampuan mengajar dan seberapa lengkap administrasi yang kami buat, penilaian ini nanti akan dilaporkan ke tingkat yang lebih atasnya lagi, kalau nilai kita parah banget (misalkan tidak dapat mengajar dengan baik) maka akan menjadi bahan gunjingan di tingkat kabupaten sana di antara para pengawas sekolah.

Siapa bilang lagi kalau jadi guru tuh enak?

Ada beberapa indikator (point) penilaian yang dilakukan oleh pengawas, diantaranya adalah melibatkan peserta didik dalam penggunaan media belajar. Sejauh yang saya tahu, banyak guru (termasuk saya) sering kehilangan momen ini ketika mengajar, mereka lebih menitik beratkan pada alur materi itu sendiri. Maka dari itu dalam beberapa bulan ini saya selalu menyisipkan bagian ini kepada kelas yang saya ajar, sehingga ketika nantinya tiba pengawas datang ke sekolah, pelibatan penggunaan media belajar akan berjalan lancar dan natural (hi hi..sebagai guru yang sudah pernah di supervisi pasti taulah bagian ini).

Apakah yang saya lakukan??

Karena saya mengajar Bahasa Inggris, maka saya berusaha sok sok an out of the box (metu seko kotak). Begini alurnya, ketika selesai menyampaikan materi pokok dan waktunya anak anak untuk melakukan kegiatan mencipta, maka anak anak saya izinkan untuk menggunakan laptop yang telah terkoneksi dengan internet untuk menggunakan Google Translate agar pekerjaan mereka selesai lebih cepat.

Anak-anak saya persilahkan satu satu untuk menuliskan kata-kata sukar menggunakan keyboard wireless yang sudah saya siapkan sebelumnya (kalau langsung memakai keyboard di laptop bisa cepet rusak lah), kemudian hasilnya akan langsung dapat dilihat di layar. Tujuannya agar mereka sedikit mengenal keyboard dan mouse/touchpad, kedengaran menggelikan? Tidak lah karenanini merupakan sekolah urban dan banyak dari mereka dari keluarga yang kurang mampu, jadi ada yang belum pernah sama sekali menggunakan laptop dan komputer.

Anak-anak akan sangat antusias (malah berebutan) ketika kegiatan ini, mereka seperti bersemangat untuk menyentuh huruf-huruf yang mereka pencet di keyboard dan melihat keajaiban menerjemahkan dari Google Translate.

Anak-anak yang low level dalam penggunaan teknologi akan belajar dari temannya yang high level, jadi dalam kegiatan ini akan banyak sekali proses belajar mengajar dalam satu waktu.

Saya sangat bahagia ketika menyaksikan ada beberapa anak yang masih nol dalam teknologi kemudian nantinya akan menjadi lebih maju dibandingkan dengan lainnya, karena semangat belajarnya tinggi.

Bukan hanya menggunakan Google Translate, sering juga anak anak saya suruh untuk mengetikkan hasil pekerjaannya di laptop. Daripada menuliskan di papan tulis, itu sudah terlalu mainstream.

Dengan kondisi seperti ini, maka ketika ada pengawas yang sedang lewat dan menyaksikan proses belajar mengajar di kelas saya, dapat dipastikan mereka akan manggut manggut dan memberikan nilai maksimal. He he.

End.

16 thoughts on “Melibatkan anak dalam penggunaan media

      1. Penggunaan teknologi untuk pelaksanaan pembelajaran dikelas sekarang semakin banyak dipraktikkan. Bahkan digabungkan dengan pembelajaran kelas biasa seperi ceramah. Kalau tidak salah, blended learning namanya.
        Semangat mengajar, Pak!

        Like

          1. Hahaha, mungkin mereka mau melindungi anak-anaknya dari efek negatif teknologi sedini mungkin. Anak2 mumgkim blum siap, apalagi dgn bebasnya penggunaan internet dan kontennya di Amerika sana. Mungkin saja ini, Pak.

            Like

              1. Kontrol, mungkin Pak. Mengingat begitu sibuknya para pesohor Microsoft ini dengan tugas-tugas amalnya (akhir-akhir ini). Selain itu, mungkin saja harapannya anak-anak mereka dapat mempelajari basic pendidikan yang memang datangnya bukan dari teknologi. Sebagai contoh Steve Jobs, menemukan design futuristik dari komputer pertamanya ketika Ia belajar tentang seni yang non-internet waktu itu.
                saja jawabnya penuh dengan ‘mungkin’ Pak. Belum pernah membaca secara dalam mengenai alasan pemilihan pendidikan seperti ini dari pemilik Microsoft sendiri.

                Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s