Kedua Mentor Kesayangan

Aku jadi teringat ketika ikut Bimtek kurikulum 2013 di Semarang satu tahun yang lalu. Waktu itu kami mendapatkan mentor yang mempunyai banyak prestasi tingkat provinsi maupun nasional. Yang tentu saja mempunyai se gudang pengalaman yang patut dibagikan untuk para pengajar cupu seperti kita ini.
image

Sayangnya beliau memiliki karakter membunuh dan menginjak. Dalam pertemuan pertama kami selalu dibombardir pamer dengan prestasi prestasi yang telah dia capai dan ambisinya ke depan dan sangat jelas terbaca bahwa tujuannya untuk mengkerdilkan kami dan membuatnya duduk disinggasana yang sulit tersentuh.

2 hari selanjutnya bisa ditebak, suasana  Bimtek sudah tidak lagi menyenangkan. Setiap beliau bertanya dan korbannya selalu tidak bisa menjawab pertanyaan dengan baik, maka pada gilirannya akan menjadi bulan bulanan kebodohannya sendiri. Tidak akan memandang apakah korbannya adalah pengajar senior atau junior. Udah gitu, ngakunya pinter tapi kalau memberikan penjelasan suka bikin bingung. Instruksinya juga selalu ambigu. Ketika peserta memberikan pertanyaan, selalu dijawab dengan bahasa dan istilah yang terlalu tinggi buat kami. Bukannya menjadi terang, malah semakin menjadi tidak jelas.

Berbeda sekali dengan kedua mentor ku kemarin. Mereka tidak perlu banyak pamer ini itu terhadap peserta Bimtek dengan apa yang telah mereka capai.  Mereka tidak menunjukkan karakter membunuh. Karakter yang mereka miliki seperti orangtua terhadap anak anaknya, mengayomi membimbing dan mengarahkan yang membuat kegiatan ini menjadikan kami betah untuk belajar bersama.

Jika mereka memberikan pertanyaan dan kami tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan, maka beliau beliau ini tidak akan membuat kami terpojok dan merasa dipermalukan dengan kebodohan sendiri. Mereka akan mengarahkan sedikit demi sedikit dengan jawaban yang sesuai, atau memberikan kesempatan kepada peserta yang lain jika ingin mengomentari.

Yang jelas mereka ini memilik kualifikasi mentor yang baik, yaitu

  • Mengapresiasi perbedaan
  • Keterbukaan
  • Pembimbingan
  • Pertanyaan aktif
  • Merayakan keberhasilan
  • Keinginan untuk membantu tiap individu
  • Menunjukkan antusiasme dan semangat tinggi
  • Pengetahuan yang selalu up to date.

Maka dari itu kami selalu bersemangat jika diberikan mentor keduanya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s