Nomor Kendaraan yang di Copot

Aku tiap hari berhubungan dengan motor. Berangkat kerja naik motor, nganter emak ke pasar naik motor. Angkut angkut pupuk untuk kebun juga naik motor bahkan sering kugunakan untuk mengangkut kayu bakar saking malasnya. Motor bagi masyarakat indonesia merupakan kendaraan utama, beda dengan negara antah berantah sana yang menilai motor sebagai alat hobi, sama seperti kita kalau melihat sepeda onthel itu, kuat beli tapi gak mau pake karena gak penting. Motor juga terkenal irit bahan bakar, dengan modal seliter premium saja sudah bisa menempuh paling tidak 60 km. bandingkan dengan mobil yang lebih rakus itu.

Setiap hari ketika di jalan raya, aku sering melihat fenomena anak muda sekarang lebih suka tidak memakai plat nomor kendaraan, kalau motor yang masih baru atau yang terlalu jadul sih oke oke saja, tapi yang ini merupakan motor generasi matic yang masih lumayan gaul.

Menurut berbagai sumber mereka yang sering melakukan hal demikian adalah anak anak yang memiliki banyak musuh, mereka takut nomor kendaraannya di ingat oleh musuhnya dan takut di palak di tengah jalan sepi. Hal ini dikarenakan sekarang menjamurnya berbagai macam aliran silat, baik lokal maupun interlokal. Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa masing masing perguruan itu tidak saling akur, superioritas dan persaudaraan menjadi hal utama entah itu benar atau tidak mereka tidak peduli.

Ah hidup sekali saja dibikin susah, makanya menjalani hidup ini janganlah yang aneh aneh,hiduplah harmonis dengan orang dan alam maka hidupmu akan selalu tenang dan nyaman. Tidak ada cerita mimpi buruk, tidak ada tempat yang tidak bisa kita kunjungi jika kita tidak memiliki musuh. Kita tidak harus melipir jalan-jalan tertentu yang menjadi sarang musuh. Kita tidak harus berkumpul dengan sesama kita yang berarti bersemboyan kalau kumpul kuat kalau sendiri ciut nyalinya. Banyak sih yang model seperti itu, dengan atribut yang intimidatif mereka seakan menunjukkan bahwa tiada yang lebih hebat dari mereka. Padahal orang – orang yang melihat mereka sebenarnya menaruh iba karena kebodohannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s