Perjalanan 3 Wanita Muda dan Seorang Pria 

Liburan Isra Mi’raj kali ini epik banget. Kami, tiga wanita muda (Yuli, Fitri, Ros-yang paling cakep,  anak Palembang) dan saya pria sendiri melakukan tiga jam perjalanan dengan motor dari kota Solo ke arah Candi Gedong Songo, Bandungan, Semarang.

Dalam perjalanannya kami malah kesasar terlampau jauh dari rute awal. Ini karena sang penunjuk jalan yang sok tau mencari rute alternatif yang katanya lebih dekat. Eh malah hampir sampai Temanggung, maka baliklah kita ke Ambarawa.

IMG_3650 (Large)

Perjalanan dari Ambarawa ke Candi sangat sibuk, kalau tak bawa motor pasti akan tua di jalan. Dari pasar Bandungan sampai loket masuk penuh kendaraan dari luar kota. Bus besar kecil kendaraan pribadi motor tumplek di satu jalan sempit berkelok yang berakhir dengan tanjakan curam. Dan sampailah. Lereng Gunung Ungaran tersapu kabut tipis di puncaknya.

IMG_3690 (Large)

Setelah memarkir kendaraan, kami kemudian menuju loket tiket masuk. Dari tipe dan gaya pengunjung yang setali tiga uang dengan kami (outfit murahan), saya memastikan bahwa tiket masuk gak bakalan mahal. Di tambah dengan ramainya suasana saat itu, ada abg manja, bapak-bapak pake batik, dan ibu-ibu pkk kurang piknik memakai seragam ngejreng, makin menguatkan keyakinan bahwa tempat ini pasti murah meriah. Dan emang benar adanya, tiket hanya 10.000 untuk lokal dan 75.000 untuk orang asing.

Indikator tempat itu murah adalah banyak abg yang pacaran.

Apa sih yang ada di sana? ya candi lah yaa. Meskipun bernama Gedong Songo tapi hanya ada 5 candi yang masih tersisa. Antar Candi yang satu dan yang lain letaknya berjauhan, capek kalau mau ditelusuri satu demi satu. Kalau gak mau capek ya bisa sewa kuda seharga 50.000 aja. 

 

Selain itu ada sumber mata air panas, camping ground, spot instagenic dan toko suvenir.

Ada juga yang menyewakan tikar untuk pengunjung yang ingin bersantai di rerumputan sambil menikmati pemandangan yang indah permai.

Setelah photo sana sini dengan pose kekinian, kami memutuskan pulang sehabis kabut turun dan hari menjadi gelap.

Setelah itu, kami mampir di Ramayana Salatiga karena konon lagi diskon gede . (women banget), sedangkan saya cukup ngopi aja di warung dekat pintu masuk Ramayana sambil mengobrol dengan penjualnya yang bertato tapi sopan banget.

Sambil memandang beberapa pengunjung yang banyak bercadar makan di KFC. Mereka sesekali berselfie. -untuk apa?

Bdw..Kalau saya ikutan masuk takut terkena bujuk rayu para wanita muda itu, saya kan lemah jika mendapat godaan seperti mereka. Apalagi kalau ada iming-iming mau menggonceng saya. Duh..

Setelah ba’da isya, mereka baru selesai keluar dari Ramayana sambil menenteng barang belanjaan yang sedang diskon itu. Wajah mereka cerah ceria, tak seperti waktu di Candi yang mukanya ketekuk semua. Dengan beberapa penyesalan (wanita-wanita pasti gini) ” ah kenapa aku tadi gak beli ini aja ya?”.

Dalam perjalanan pulang hujan turun sangat lebat, jarak pandangan semakin pendek, jalanan tidak terlihat mana aspal mana pinggirnya. Saya berkendara paling belakang karena sebagai sweeper, mengantisipasi keadaan.

Dalam keadaan tersebut saya tidak sengaja tangan kiri saya menyenggol apa gitu entah apa si Rose.  Karena dalam guyuran hujan lebat minim penerangan, dia tiba-tiba mengambil jalur ke kanan menghindari genangan air. Akhirnya tragedi itu tak dapat terhindarkan, dia jatuh terguling ke sisi kanan tertindih motornya. Saya langsung turun dan membantu menepikan motornya ke tempat yang terang.

Malam itu, dalam kondisi dia yang linu di kaki dan badan. Kami melanjutkan perjalanan pulang ke Solo. 

Besoknya, saya mengunjungi mereka dan si Rose menunjukkan paha, lengan, kali serta bagian lain yang membiru. 

Sorry Rose.

Advertisements

24 thoughts on “Perjalanan 3 Wanita Muda dan Seorang Pria 

  1. wah lumayan jauh juga ya gan perjalanan nya dari solo ke gedong songo, untung ditemani cewek cewek cantik, sehingga tetap semangat dari berangkat sampai pulang lagi 😉

    Like

        1. kalau kemarin tuh, ampun-ampunan, macet sampai pasar wisata bandungan, bisa jalan karena nekat lewat lajur kanan.

          Sepertinya ada pengembangan taman bunga di bawah kompleks candi, pas nanjak itu

          Like

  2. Wah, seru dech kek nya jln2nya ya, tp kasian jg ampe ada acara jatoh sgla, hujan2 sih ya.

    Btw, sy kok merasa gimana gitu dg mreka yg berselfie itu; sama pertanyaannya, utk ap? Di KFC pula, asta…

    Oya, satu lg, maaf kepo…klau jln2 kek gini, ada gak yg suka bertindak ngetraktir gitu, hee …. atau BSS (Bayar Sendiri Sendiri)?

    Like

    1. sama pak, meskipun saya satu kepercayaan dengan mereka tapi buat apa juga selfi terus dipamerkan di medsos.

      iya mr, jalanan gak keliatan.

      Kalau main seperti ini biasanya udah terbagi hanya yang digoncengin. siapa bayarin makan, bensin, tiket dll

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s