Setelah PLPG Tidak Ada Celah Untuk Bermalas-malasan.

Dahulu, sebelum mengikuti PLPG.

Ketika datang pengawas sekolah. Mereka selalu meminta administrasi pengajaran/pembelajaran yang sudah dijilid lengkap dan rapi yang terdiri dari:

  1. Kalender Akademik
  2. Jumlah jam efektif
  3. Silabus
  4. RPP lengkap dengan lampiran.
  5. Bank Soal
  6. Analisis Nilai Ulangan Harian.
  7. Tugas Terstruktur dan tidak struktur
  8. Kumpulan Tugas Project

Saya selalu menghindar untuk megerjakan, karena saya belum memiliki sertifikat pendidik. Saya beralasan itu hanya membuang waktu, karena yang terpenting adalah peserta didik memahami materi yang saya ajarkan.

Namun, pengawas juga beralasan bahwa administrasi tersebut sangat berguna bagi kami agar dapat mengukur tingkat keberhasilan proses pembelajaran di kelas dengan lebih tepat.

Dari pengukuran itu, baik kepala sekolah dan pengawas mampu menganalisa kelemahan dan kekuatan dari suatu pembelajaran (sekolah) sehingga dapat di lakukan evaluasi dan dilakukan tindak lanjut terhadap kekurangan-kekurangan itu.

Ada benarnya juga.

Dahulu saya hanya menggunakan Smartphone untuk mengerjakan semua administrasi itu. Terutama menyusun ulangan harian sekalian membuat analisanya.

Dan sialnya, tiba -tiba saja hari itu ada pengawas dari dinas untuk mengecek semuah hal yang berkaitan dengan administrasi pembelajaran dan semua standard pendidikan.

Ketika saya dihadapkan kepada pengawas, saya menjawab bahwa semuanya saya letakkan di smartphone. Eh siapa sangka, ternyata jawabanku malah menjadi bahan pergunjingan sesama pengawas di tingkat kabupaten yang mana menjadikanku sebagai pendidik yang paling di kenal se antero kabupaten karena menggunakan smartphone untuk mengerjakan administrasi guru.

Saya kapok untuk tidak melakukannya lagi? Tidak, he he

Sekarang, setelah mengikuti PLPG

Nah, untuk saat ini hingga ke depan. Saya akan memulai hidup lebih rajin lagi (janji setiap sehabis mengikuti pendidikan dan latihan).

Karena tidak ada lagi celah untuk beralasan malas.

Andaikan nanti ditanyakan oleh pengawas lagi, aku dapat menjawabnya dengan tegas bahwa aku sudah mengerjakan semua tugas dan kewajiban karena sudah memiliki sertifikat pendidik. He he.

7 thoughts on “Setelah PLPG Tidak Ada Celah Untuk Bermalas-malasan.

      1. Haha…konsekuensi logis ya…yg saya heran Knp yg trip sblum kita kok gak ada UTN ya?

        Klau mau adil, yg udah sertifikasi trip lama, diuji lg…klau gak lulus jngan ksih tunjangan lg, hih…kjam ya saya

        Like

        1. itu kan pandangan kita pak, bagi mereka pasti akan berbicara seperti ini, ” ngapaain di uji lagi, toh kami sudah lulus…ingat hlo, sertifikasi jaman dahulu harus menyusun ptk , sekarang kan tidak” tugasnya juga lebih sedikit karena bisa dikerjakan dirumah sambil ngopi..begitulah kira kira

          Like

  1. Kita sering terjebak dalam tugas-tugas yang sifatnya administratif. Mungkin karena sistemnya terlalu kokoh dilawan, jadi kita ikutan. Padahal, mengerjakan tugas-tugas seperti itu, ya selain memang ada manfaatnya, bisa bikin tenaga pendidik nggak bebas berimprovisasi. Btw, saya salut sama ide makai ponsel untuk mengerjakan tugas.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s