Pengalaman Dengan Pedagang Makanan

Dulu, saya pernah berlangganan di suatu warung yang hanya buka lepas malam di sekitar Mendungan sana. Pedagangnya setengah baya yang menata dagangannya ketika toko di depannya udah tutup. Masakannya hanya satu jenis, tapi enak luar biasa dan makin pagi makin rame (entah mungkin karena efek lapar sehingga makanan jadi enak). Yang bikin saya sebel adalah, meskipun antrean sudah mengular, pedagang masih santai mengelap piring dan sendok dengan santainya, sambil kadang melirik kami yang begitu gak sabarnya udah mengambil piring duluan.

Berkali-kali makan disana, saya  tidak pernah curiga  dengan ketidakberesan kalkulasi pedagangnya. Sampai pada suatu malam, saya dan seorang teman jauh makan bareng di tempat itu. Saya makan seperti biasa ditambah 1 buah tempe goreng tanpa tepung dan segelas teh hangat. Sedangkan teman saya memesan nasi  dan 4 buah tempe serta es jeruk.

Setelah kami bergantian dalam jarak waktu agak lama ke kasir, tak disangka ternyata kalkulasi sama yaitu 13.000 . Padahal kami memilih pesanan yang berbeda. Ya jelas saya kaget dong, maka beberapa hari kemudian saya mencoba membeli lagi dengan menu yang sama, tapi jumlah tempe berbeda. Ternyata kalkulasinya sama 13.000. Wah  nih..

Dan, mulai sejak itu saya tidak pernah lagi mengambil tempe kurang dari 4 buah, karena ya kalkulasinya bakalan sama. Dan juga mulai sejak itu, saya tidak pernah lagi percaya terhadap kalkulasi pedagang. Bisa saja sekarang murah, eh besok naik parah dan lusanya turun lagi. Satu hal lagi  menurut pengamatan saya adalah, pedagang yang tidak menggunakan kalkulator biasanya lebih mahal daripada yang tidak memakai alat itu.

 

9 thoughts on “Pengalaman Dengan Pedagang Makanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s