Satu Hari Setelah Idul Adha

Wedangan AD Gentan ludes

Hari ini saya berharap makan pecel, tapi tak ada satupun warung yang buka. Warung-warung itu menutup usahanya karena beranggapan orang-orang bakalan malas jajan di luar. Mereka disinyalir menghabiskan jatah daging kurban yang berada di rumah masing-masing menjadi aneka masakan yang jarang mereka nikmati dalam porsi besar.
Warung bakso, mie ayam, sate dan tengkleng 98% tutup. Mungkin mereka sedang menyetok daging dari jatah yang berlebih.

Setelah muter-muter di sekitar Pabrik Dan Liris, Luwes Gentan dan Sampoerna, Akhirnya saya mampir saja di angkringan dekat Luwes Gentan untuk mengganjal perut. Tak dinyana, nasi kucing dan gorengan udah ludes. Imbas dari banyaknya warung makan tutup mereka menyerbu angkringan yang masih buka. Untung saja penjualnya menjanjikan tambahan nasi yang masih dalam perjalanan. Dan ketika udah sampai pun, kami masih berebut dengan pengunjung yang lain  karena jumlahnya yang sedikit.

14 thoughts on “Satu Hari Setelah Idul Adha

  1. Di tempatku memang banyak warung yang tutup, tapi yang jualan juga masih banyak. Maklum orang Purwodadi pada hobi kuliner, jadinya lebaran pun tetap ada saja orang yang jualan.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s