Ngambek Tak Mau Bersekolah 

Mayoret yang sedang ngambek

Jadi gini, ketika mau memilih sekolah, seorang anak pasti mempunyai pilihannya sendiri-sendiri. Alasannya sih macam-macam, ada yang memilih karena sekolah favorit, karena dekat, karena transportasi mudah, karena banyak cowoknya, karena bisa ngaji dan lain sebagainya. Namun pada umumnya mereka memilih disebabkan oleh temannya yang banyak bersekolah di situ.
Tak seperti beberapa tahun kemarin yang mana anak akan menurut dengan keputusan terbaik orang tuanya, kali ini yang terjadi adalah sebaliknya. Anak-anak memiliki tren mengancam orangtuanya mogok  jika permintaannya untuk bersekolah di tempat tertentu tidak dituruti. Sehingga, orang tua mau tidak mau harus mengabulkan permintaan itu, meskipun bukan yang sesuai dengan perkembangan anak. 

Bagi masyarakat kami, anak yang tidak mau bersekolah di tingkat lanjutan merupakan aib bagi orang tuanya. Apalagi anak yang mogok dikarenakan permintaannya tidak diluluskan, makin bikin malu aja. 

Ngambek tidak mau sekolah ini tak hanya urusan masalah pemilihan sekolah yang disukai saja, tapi juga merembet ke hal yang lain. Misalkan mereka menginginkan sepeda motor baru, smartphone baru atau hanya karena jatah uang saku yang kurang bisa menjadi polemik tersendiri.

Anak-anak tau bahwa orang tua akan berupaya mati-matian agar mereka mau bersekolah, jadi mereka memanfaatkan celah tersebut sebagai salah satu bentuk trik untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. 

12 thoughts on “Ngambek Tak Mau Bersekolah 

      1. Iya nih apalagi soal smartphone yg tdk henti berkembang dgn segala fitur terbaru, anak2 tentu tdk mau ketinggalan. Org tua harus berperan memberi pengertian yg mana kebutuhan dan keinginan.. jadi ngeri nih klo nanti jadi org tua hehehe

        Like

        1. tekanan dari lingkungan makin besar, maka dari itu banyak murid kami yang berasal dari kota. Orang tua mereka sengaja memindahkan anak-anaknya agar tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi seperti kota.

          Like

  1. saya mulai merasakan orangtua yg harus siap menerima tawar menawar dengan anak abg sekarang. Akan tetapi, orangtua jangan sampai dikendalikan oleh keinginan anak yg alasannya hanya krn teman.
    Tapi, jawaban pamungkasnya masih berlaku pada anak sy, “selagi barang2nya masih bisa berfungsi dengan baik, ga ada ganti yg baru, kecuali bisa ditukar dengan daun 😀 “.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s