Gaya Minimalis Tak Cocok Untuk Saya 

Saya tidak mungkin menerapkan gaya hidup minimalis. Saya masih menyimpan benda-benda lama di gudang, meskipun tidak ada gunanya. Semua barang itu memiliki nilai moral yang banyak, merefleksikan pencapaian saya bertahun-tahun. Dan sebagai warisan untuk anak cucu saya nanti.

Kalau saya tidak memberikan mereka benda memorabilia mengenai hidup saya, maka saya akan ditelan jaman. Mudah terlupakan.

***

Gaya hidup minimalis hanya akan membuat kaum fakir dan miskin ketawa-ketawa. Karena mereka udah jauh hari melakukan itu, meskipun dalam keterpaksaan, bahkan sejak dari kandungan. Jadi, Lebih baik belajar pada mereka yang ahlinya daripada harus berkiblat pada Marie Kondo dan lain-lain.

Sehingga bisa dikatakan, gaya hidup minimalis hanya dilakukan oleh orang berpunya. Kalau kita miskin, gak usah bergaya seperti juga udah minimalis.

Gaya ini lebih cocok untuk seorang yang hidup sendiri belum berkeluarga dan kerjanya gak penting-penting amat yang hanya di rumah. Atau bagi orang tua yang kelebihan barang tapi gak ada waktu, kalau kalian masih muda, sebaiknya menumpuk banyak barang lebih dianjurkan. Selain itu, gaya ini juga cocok bagi mereka yang gak pernah dikunjungi oleh teman-teman yang banyak.

Gaya ini masuk kategori egois, karena hanya mementingkan diri sendiri. Yah meskipun sebagian besar barang yang udah gak kepake dikasih orang sih.

Saya merasa bahwa gaya hidup minimalis hanyalah bagi orang yang malas bersih-bersih. Boleh saja mereka mengatakan hidup akan lebih produktif dengan memiliki barang yang esensial. Karena udah gak habis waktunya untuk beres-beres. Tapi kenyataannya kan ya kan emang malas bebersih. Apakah begitu beratnya hanya bersih-bersih rumah beberapa menit saja? Merapikan ini dan itu. 

Ada juga yang menggunakan waktu luang itu untuk yoga. Jika kita dekat dengan Allah dan rajin beribadah, yoga itu seperti guyonan belaka.

Lebih ironi lagi jika para penganut minimalism itu jualan online dan mempengaruhi orang lain untuk beli barang dagangannya. Lucu banget kan , ketika dia sendiri hanya ingin benda yang esensial tapi orang lain disuruh beli barang yang mungkin gak penting amat.

58 thoughts on “Gaya Minimalis Tak Cocok Untuk Saya 

        1. 😂😂 sebagai orang Indonesia, kita gak mungkin deh mas menerapkan itu,.. kita suka yang maksimalis.. kita bukan orang kesepian seperti orang Jepang yang apa apa sendiri 😂

          Like

              1. di kita kalau repot urusan rumah, tinggal cari Asisten Rumah Tangga aja. Bisa berbagi rejeki dan memberikan lapangan pekerjaan bagi orang yang non-skill..

                kalau dia kesini, mari kita ajarkan konsep ini ya

                Liked by 1 person

  1. Wah, kirain aku aja yang nggak cocok sama gaya minimalis. 😂 Awalnya merasa gaya “maksimalisku” ini nggak tepat, apalagi gaya minimalis juga bikin rumah lebih bersih dan rapi. Tapi, kalau jujur sama diri sendiri lebih nyaman maksimalis―walau rentan berantakan, hahaha.

    Entah ini ada hubungannya atau nggak, tapi karena aku pegiat seni dan suka bikin prakarya, meja belajar yang rapi dan sepi barang tuh nggak “spark joy”. Bikin buntu ide. 🙈

    Like

  2. Mungkin perlu membaca lebih banyak tentang minimalism karena sebagian besar isi tulisan di atas adalah anggapan yang ehm salah tentang minimalism (ingat itu bukan representasi dari tokoh2 ya). Minimalism itu sendiri banyak diusung oleh org bule setelah belajar dari gaya hidup Zen di Jepang. Dan *mumpung ramadan* Nabi pun juga menerapkan gaya hidup sederhana seperti mininalism lho. Saat akan wafat apakah beliau banyak mewariskan banyak harta? Di Indonesia memang sulit terapkan karena kebanyakan menganut gaya hidup maksimalis dan konsumtif serta “kata org” itu penting. Kriteria minimalis bagi masing2 org juga tdk sama. Ada yg cuma 30 brg cukup. Ada yg 100 barang saja sdh hebat dsb. Dan bagi yg berkeluarga juga bisa kok menerapkan. Banyak cthnya. Tinggal masalah mau atau ngga..kan kebanyakan cuma krn ga mau aja hehehe…

    Liked by 1 person

  3. Makin banyak tu hipster bergelantungan di daerahku di Bali demi Yoga instagrammable. Katanya untuk menenangkan batin, e kok bawa-bawa DSLR+tripod.

    Tapi yoga banyak gunanya juga lho, seperti untuk penderita asam urat. Ibuku contohnya. Makin bugar setelah rutin ikut yoga di balai desa.

    Like

  4. Aku cocok minimalis karena isi dompetku minimalis jadi ya segala sesuatu memang harus minimalis karena kalau tidak minimalis maka isi dompetku akan semakin minimalis.
    Eh, apa sih? He he he… Efek koment terlambat jadinya rada ngawur.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s