Sketsa 006, Coret-coret Menunggu Kantuk

Semalaman saya sulit tidur tanpa sebab yang jelas. Sekitar jam satu-an saya merasa kelaparan, ingin merebus mi instan kok takut perut buncit. Akhirnya saya merebus kentang kemudian dimakan beserta olesan sambal sachet-an sebagai pengganjal perut.

Selama masa sulit tidur itu saya coret-coret di buku. Awalnya ingin belajar sketsa mata, tapi malah ke alis, hidung pipi, mulut dan akhirnya kepala. Lama-kelamaan saya menikmati setiap garis yang torehkan ke atas kertas.

Dan hasil iseng-iseng ya seperti ini. Masih banyak kekurangan dalam hal komposisi (lagi dan lagi). Beberapa bagian tidak seimbang, arsiran tidak rapi, hanya satu layer dan masih banyak lain. (Abaikan sketsa mata yang ada di dahi)

Andai saya mau lebih bersabar, maka hasilnya akan lebih memuaskan. Karena bagaimanapun, untuk menghasilkan sesuatu yang bagus memang membutuhkan stok sabar yang segunung.

17 thoughts on “Sketsa 006, Coret-coret Menunggu Kantuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s