Ada Apa Dengan Hujan ?

Hari ini sudah memasuki akhir bulan Februari, tapi musim hujan tidak sebasah tahun kemarin. Rasanya awan sangat irit mengencingi kami. Bukan omong kosong sih, ditandai dengan aliran sungai yang kecil dan cepet hilang. Bahkan udah lenyap duluan tak sampai ke hilir. Sampah daun kering bekas musim kemarau pun belum hanyut sepenuhnya. Masih menumpuk dan menjadi sarang ular serta kelabang.

Tak heranlah banyak tanah ladang masih nelo yang membuat tanaman menjadi terputus akarnya. Mati. Jika tanaman hutan banyak yang mati seperti, efek selanjutnya adalah rombongan monyet akan gegap gempita turun ke ladang seperti nyanyian perang untuk mencari cemilan. Seringkali mereka mencabuti tanaman bukan untuk dimakan, tapi hanya untuk iseng belaka. Sangat menggemaskan.

Hujan pun terasa aneh. Tipikalnya tanpa gerimis lalu tiba-tiba saja lebat dalam waktu yang singkat. Udah gitu perginya juga tak tahu diri. Jika naik motor berhenti memakai jas hujan, ketika selesai berkemas, hujan pun telah reda.

Seringkali, beberapa hari hanya terselimuti mendung hitam yang menggelayut tapi tak setetespun air jatuh ke tanah. Yang jatuh hanya suar suar membutakan mata yang membuat pendekar sakti mandraguna pun akan ciut nyalinya.

Suar yang sambung menyambung itu tak berarti hujan juga akan segera datang. Lebih sering menakut-nakuti kami saja untuk tak beraktivitas di luar ruang.

Yang lebih ngenes lagi, ada beberapa mulut usil yang menghubungkan dengan dunia politik. Tak turun hujan berarti pertanda bla bla…dan semakin banyak yang tiba-tiba menjadi peramal.

Yang perlu di perhatikan adalah, tahun ini angin benar-benar lebih besar dan lebih banyak daripada hujannya. Apalagi daerah bawah sana yang lebih datar. Angin lebih kuat dan sering banget terbentuk badai. 

Beberapa pertanda alam semakin sulit dipahami.

26 thoughts on “Ada Apa Dengan Hujan ?

        1. Misteri adalah sesuatu yang menarik untuk dibahas.

          Oh seperti itu, sama sini sih Om. Masalahnya, disini kan ada waduk untuk PLTA yang membutuhkan air banyak. Jika tahun ini debit air berkurang, maka musim kemarau nanti bisa kekurangan aliran listrik.

          Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s