Phobia Unik Kedua 

Phobia umumnya dikenal sebagai ketakutan yang berlebihan dan tidak beralasan terhadap suatu objek, tempat, atau situasi.

Nah, saat ini saya akan bercerita phobia unik yang kedua (yang pertama disini). Phobianya termasuk anti mainstream yaitu terhadap kancing baju.

Aneh, kan? Saya sendiri baru tahu ketika dia (dia siapa?) masih SMA. Waktu itu saya sedang menjahit kancing baju sendiri di ruang tamu. Ketika lewat, dia memperlihatkan gelagat aneh, dia bergidik dan setengah berlari menjauh.

Hlah saya heran donk. Apa yang menakutkannya, atau jijik karena saya belum mandi? Ah ternyata bukan. Dari bisik-bisik di dapur ternyata dia takut dengan apa yang saya pegang. Mendengarnya, saya menahan geli bercampur tak percaya, oleh karena itu sengaja saya ngetes dia dengan melemparkan beberapa buah kancing baju ke dekatnya. Tak dinyana, dia langsung berdiri dan menjauh. Lempari lagi, eh hasilnya sama. Lempari lagi, malah teriak-teriak. Tiga kali percobaan sudah dapat di tarik kesimpulan, dia positif takut sama kancing. 

Lantas bagaimana kisahnya kok dia bisa ketakutan dengan benda kecil yang sehari-hari kita pegang itu?

Dia bercerita dulu ketika masih SMP pernah bermain ke rumahnya alm. Mbah sedang hujan. Ketika dia sedang  jalan jalan di belakang rumah, dia melihat banyak banget kancing baju bermotif yang berserakan di tempat yang becek terkena lumpur dan air selokan. Ada juga yang jatuh di tempat yang banyak lumut hijaunya. Dan,  entah formasinya bagaimana, yang jelas itu membuatnya jijik.

Nah mulai saat itu, dia seperti trauma jika melihat kancing baju. Bahkan ketika sedang bercerita tentang benda itu pun dia sudah mulai mual. 

Dari kisah ini dapat kita ketahui bahwa kenangan dan pengalaman masa kecil sangat berpengaruh terhadap pembentukan mental seseorang. Jadi berhati-hatilah jika akan melakukan perundungan terhadap anak kecil, karena efeknya akan luar biasa kelak.

***

Kalian pasti bertanya-tanya, hla terus dia gak pernah memakai kemeja donk? 

Ya pake sih tapi dengan sedikit modifikasi. Waktu masih sekolah dia melepaskan semua kancing bajunya dan menggantinya dengan kancing jenis velcro atau push button itu. 

Jadi tak akan pernah bertemu dengan kancing lagi. Sampai sekarang.

Karena jijik, maka untuk menggantinya butuh bantuan orang lain untuk melakukannya. Biasanya setelah membeli sebuah kemeja, dia langsung pergi ke tukang jahit untuk dimodifikasi.

Namun, tak semua kancing itu menakutkan baginya. Kancing semacam untuk jeans, tas, dan kancing besar-besar itu tak berlaku. Dia akan lebih spesifik pada kancing yang kecil dan terbuat dari plastik dengan motif aneh-aneh. Apalagi dalam jumlah yang banyak dan dikasih air. Muntah-muntah lagi dia.

Tak tau ini masuk jenis apa, mungkin bisa dikatakan sebagai kategori baru : buttonphobia.

Wassalam.

Advertisements

20 thoughts on “Phobia Unik Kedua 

  1. Bisa disembuhin sih kl mau. Biasanya bukan cuma kejadian yg terjadi di masa lalu tapi peristiwa apa yg menyertai di belakangnya yg coba dilupakan. Misal saat lihat itu org tua sedang bercerai, dsb. Kawanku ada yg phobia kulit jeruk. Gimana coba…

    Like

    1. Kalau dari famili sih gak masalah, dia memiliki kehidupan yang normal. Tapi mungkin ada yang disebabkan..tak tau.

      Ih.. kulit jeruk?? Kan asyik kalau lagi bete bisa dipencetin biar baunya seger

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s