Hijrah ke Microsoft One Note

Selamat Pagi Teman-teman,

OneNoteLogo

Saya ingin membicarakan mengenai tools/aplikasi yang paling banyak kami gunakan ketika mengajar.

Tools yang paling sering kami gunakan untuk mengajar di kelas adalah Microsoft Power Point. Kami memilihnya karena satu alasan sederhana: teman yang lain juga memakainya. Karena banyak yang memakainya, kami tidak perlu khawatir dengan kompatibilitas file antar komputer yang memiliki perbedaan versi Office atau Windows. File tidak akan mengalami perubahan ketika dibuka di komputer yang lain.

Masalah mudah digunakan, memiliki fitur yang banyak, ringan dan lain sebagainya itu urusan belakangan. Yang penting banyak yang memakainya.

Saya sendiri sudah lama menggunakan Power Point untuk membantu mengajar. Mulai dari menyampaikan tujuan pembelajaran, materi, kegiatan, membahas soal, video dan kadang ice breaker.

Namun kenyataannya, saya malah mengalami kesulitan ketika membahas soal PTS atau PAS yang panjang-panjang itu dengan PowerPoint . Saya merasa tidak nyaman ketika mencoba untuk memotong bagian perbagian soal kemudian saya tempel ke slide PowerPoint. Sangat tidak praktis dan tidak asyik. Maka dari itu saya membutuhkan aplikasi sidekick yang dapat memperingan kerja saya โ€“ jadi guru itu sudah berat hlo teman-teman. Setelah coba sana-sini, ini dan itu, akhirnya saya mencoba menggunakan Microsoft One Note. Karena One Note ternyata menawarkan semua solusi kesulitan yang saya hadapi dengan baik.

Aplikasi ini satu paket dan satu folder dengan Microsoft Word, Excel, Power Point, Publisher, jadi tidak perlu untuk memasangnya lagi.

one-note.jpg

Cara kerja saya dalam menggunakan One Note untuk pengajaran adalah; pertama saya mengumpulkan soal-soal cetak yang ingin saya bahas bersama anak-anak, kemudian saya scan satu persatu soal itu menggunakan scanner dengan format JPEG agar lebih mudah mengeditnya kelak – kalau tidak mempunyai Scanner bolehlah menggunakan kamera smartphone, kemudian saya kumpulkan dalam satu folder dengan nama KUMPULAN SOAL,  setelah itu  saya rename soal sesuai dengan judulnya, kemudian yang terakhir saya import kedalam lembar One Note. Dan selesai. 

Soal itu sudah siap saya gunakan untuk mengajar dengan bantuan Projector. Repot kan ya? Emang.

Setelah soal tersaji di layar, saya dapat dengan bebas mencoret-coret bagian mana yang perlu dengan warna yang fancy. Untuk corat coretnya bisa memilih pen atau highlighter dengan ketebalan yang dapat disesuaikan. Disana juga terdapat simulator laser pointer yang dapat digunakan untuk menunjuk-nunjuk tampilan.

Ingat !!! dalam presentasi menggunakan Projector, seorang penyaji dilarang keras untuk menunjuk dan menyentuh layar dengan jari, itu malu-maluin, mending belilah laser pointer daripada pontang-panting maju mundur hanya untuk menunjuk per bagian. Laser pointer sederhana itu murah. 

Okay selanjutnya dalam proses mengajar saya juga dapat memasukkan teks dimana saya suka hanya dengan klik. Saya dapat meletakkan disamping kiri, kanan, atas atau bawah. Suka-suka sajalah. Kalau lagi iseng saya dapat memasukkan klip suara, merekam video, mengambil gambar, atau kegiatan  penting-tidak-penting lainnya.

Salah satu kelebihan One Note dibandingkan aplikasi yang lain adalah ketika saya membuka kembali dokumen, maka akan tersaji sama persis dengan keadaan ketika saya meninggalkannya, bahkan scrollnya juga masih sama. Jadi dianya memiliki fitur autosave yang bagus.

Adalagi satu fitur built-in yang paling saya sukai yaitu screen clipping. Fitur sederhana namun sangat bermanfaat ini berguna untuk menangkap bagian layar mana saja yang ingin dimasukkan kedalam dokumen. Saya sih biasanya menggunakannya untuk menangkap gambar ketika malas mengunduhnya.

screen clipping

Dengan kelebihan itu saya malah menjadi ketagihan untuk terus menggunakannya hingga saat ini. Tidak hanya untuk membahas soal, namun juga untuk membahas teks panjang-panjang macam descriptive , report, recount dan narrative. Diantara teks itu saya bisa dengan nyaman menyisipkan sejumlah teks untuk mempermudah belajar anak-anak.

Menurut saya dengan menggunakan Microsoft One Note akan lebih meningkatkan konsentrasi anak daripada saya berceramah didepan sedangkan anak menyimak bukunya masing-masing.

Namun untuk membuat media pembelajaran yang menarik, saya menganggap Microsoft Power Point masih juaranya.

One Note hanya sempurna ketika saya gunakan untuk membahas soal dan teks panjang.

 

Have a nice day, bro.

15 thoughts on “Hijrah ke Microsoft One Note

  1. Informasi yang sangat berguna, Kak.
    Dulu waktu masih kuliah, Onenote ini juga sering saya gunakan untuk belajar, mencatat tugas kuliah dan lain sebagainya. Sampai saat inipun masih sering digunakan, untuk brainstorming kalau mau mengerjakan tugas-tugas tertentu.

    Liked by 1 person

    1. terimakasih, saya juga saat ini masih memakai di smartphone dan laptop agar catatan tersinkronisasi, sebenernya akan lebih maksimal jika memakai tablet dengan stylus.. ah tapi saya belum punya cukup uang untuk punya

      Liked by 1 person

              1. Yupz…demi. Pasti kesampaian kok nanti, hanya perlu bersabar sambil usaha sedikit menyelipkan lembar rupiah untuk membeli apa yang diidamkan. Pasti bisa, Kak. Semangat !

                Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s