Menghadapi Wali Murid

Selamat Pagi,  

Saya sebagai wali kelas banyak menghadapi keluhan dari wali/orang tua mengenai banyak hal. Mulai dari anaknya yang malas belajar,  anaknya yang tidak lepas dari handphone,  sering pulang malam,  terlalu banyak kegiatan,  atau nesu meminta sesuatu sehingga mogok sekolah karena tidak dituruti.

Masalah yang paling saya tidak suka adalah anak sering berbohong pada orang tuanya untuk pergi karena ada tugas atau kegiatan sekolah,  namun kenyataannya malah kencan dengan temannya untuk pergi entah kemana. Jadi,  Siapa bilang anak kecil itu polos dan tidak mungkin berbohong?

Sering dong,  orang tua menelepon saya menanyakan apakah ada kegiatan sekolah,  karena anaknya sampai sore belum ke rumah. Setelah konfirmasi sana sini dengan dengan teman- temannya, ternyata diketahui bahwa anak ini hanya main dengan cowok. Maka dari itu, untuk menghindari masalah itu berulang,  saya lebih sering memberikan jadwal kegiatan apa saja yang ada di sekolah selama satu minggu,  dan kadang kalau waktunya senggang saya akan memberikan tugas apa saja dari mata pelajaran lain.

Dan pada akhirnya ada beberapa orang tua yang tidak puas akan datang ke sekolah untuk meminta penjelasan lebih lanjut mengenai perkembangan anaknya.

Sebelum menghadapi mereka,  siapkan data dan fakta yang berkenaan dengan komplain orang tua. Contohnya absensi kelas,  daftar nilai ulangan harian dan tugas,  dan beberapa saksi teman satu kelas.

  • Hadapi mereka dengan sopan,  sesopan mungkin sesuai dengan adat istiadat setempat . Meskipun dia memperlihatkan pongah namun tetaplah sopan. Tanyakan keperluannya dan masalahnya -meskipun sudah tahu.
  • Biarkan mereka berbicara semuanya dulu sampai habis dan mengeluarkan semua uneg unegnya,  baru setelah itu Anda Berbicara.  Karena kalau tidak demikian,  maka malah akan menjadi perdebatan sengit.
  • Banyak diantara mereka sudah emosi duluan ketika datang ke sekolah,  maka dari itu biarkan emosinya turun dulu baru Anda menyampaikan secara pelan pelan.  Memberikan minuman pada mereka adalah cara sederhana yang akan cepat menurunkan emosinya.
  • Jangan membuat kalimat yang berputar putar untuk menghadapinya jika Anda tidak ingin menambah emosinya.
  • Jangan membuat mereka merasa direndahkan dan diremehkan.
  • Dan yang terakhir,  berikan fakta dan data yang sebenarnya agar mereka tahu.  Dalam proses ini biasanya orangtua sudah mulai sadar dan malu sendiri serta minta maaf apa yang telah dia lakukan tadi. Dan masalahnya akan lebih cepat.

Jadi,  ketika ada orang tua yang datang ke sekolah, jangan menangkapnya sebagai hal yang negatif. Kadang itu sebagai tolak ukur kita untuk memberikan service yang lebih baik. Posisikan Anda sebagai mereka yang mempunyai anak.

Yah,  intinya kita mencari jalan tengah   bukan mencari siapa menang dan siapa salah. Karena orangtua merupakan partner guru dalam proses mendidik. Mereka harus dilibatkan untuk mencapai tujuan bersama.

Have a nice day

10 thoughts on “Menghadapi Wali Murid

  1. Hhaa.. anak SMP sekarang mulai nggilani sih pak. Zaman angkatan saya dulu sih masing malu-malu kalo suka sama cewek, begitupun ceweknya. Kalo sekarang sih kayaknya lebih cenderung frontal anak-anaknya, sampe dibelain ketemuan malem2 kalo di sini.

    Liked by 2 people

  2. Adik saya sekolah di SMP IT dan peraturan menyatakan ga boleh bawa hape. Walhasil kalo ada apa2 sang wali kelas kudu siap untuk di sms atau ditelpon wali murid 😂

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s