Menikah Tua Lebih Baik?

Banyak orang berkata bahwa menikah ketika berusia berapapun tidak menjadi masalah, namun menurut saya, menikah ketika mencapai usia tua itu malah memberikan dampak yang buruk bagi keluarga.

Bolehlah orang beralasan karena kurang mapan dan tidak siap, namun bukankah kita tidak akan pernah siap menghadapi masalah?. Apakah kita benar benar pernah merasakan siap segala sesuatunya?. Siap itu harus dipaksakan. Mapan itu juga harus dipaksakan. Saya melihat orang orang yang mapan itu ketika mereka sudah menikah. Alasan logisnya karena mereka termotivasi sangat kuat oleh suami/istrinya. Sedangkan orang yang menunggu mapan, kehidupannya ya itu itu saja, tidak melangkah setapak pun ke depan, karena tidak memiliki target yang jelas. Mapan itu proses. Semakin proses itu dilakukan lebih awal maka hasilnya juga akan tampak awal pula.

Ada lagi orang orang yang malah membandingkan dengan kehidupan orang-orang luar negeri macam Eropa atau Amerika sana yang lebih suka menikah dalam usia tua dan kadang membenci memiliki keturunan. Mereka menilai bahwa kehidupan seperti ini membahagiakan dan sempurna. Iyah, tirulah sana orang-orang kesepian itu. Meskipun secara ekonomi dan mental sudah mapan, namun jiwanya terasa kering.

Bisa-bisanya mereka baru menikah pada umur 45. Coba hitung sendiri berapa umurnya ketika anak memasuki masa kuliah? yah kita asumsikan anak akan lulus SMA ketika berumur 18 tahun, maka saat itu dia akan mencapai umur 64 tahun. Asumsikan lagi anak lulus dengan normal kuliah 4 tahun. Jadi dia akan mencapai umur 68. Hiyuhh..tuirr.

Yah mana asyiknya coba ketika kita sudah tua eh masih mencari uang untuk membiayai anak kita sekolah dan kebutuhan dasar lainnya. Masa iya udah kakek dan nenek masih momong bayi anaknya, bukan cucunya.

Saya merasa bahwa orang yang menunda untuk menikah muda hanya dengan alasan-alasan klasik itu adalah orang yang egois. Kenapa egois? Mereka hanya memikirkan diri sendiri, mereka takut nantinya hidup akan kesusahan ketika sudah mempunyai keluarga sendiri. Mereka tidak merasa bahwa ketika keluarganya kehilangan mereka menjadi timpang, mereka tidak merasa bahwa semakin tua seseorang maka penyakit degenarif akan muncul satu demi satu. Ini artinya apa? Butuh uang banyak dan perawatan. Masa iya duitnya hanya digunakan untuk dirinya sendiri, bukan untuk menghidupi keluarganya.

Saya memberikan contoh di lingkungan tempat saya berada. 

“Ada seorang pasangan yang menikah normal pada usia 19 tahun. Setahun kemudian dia mempunyai anak yang pertama, dua tahun berselang lahir anak yang kedua, dan dua tahun berselang lagi anak ketiga lahir. Mereka bukanlah dari keluarga yang mapan atau berkecukupan. Hanya ada duit untuk membeli sayur. Orangtua mereka jatuh bangun untuk membiayai sekolah ketiga putra putrinya. Hutang sana sini untuk bayaran sekolah sampai hilang malunya. Meskipun tidak sampai kuliah, namun anak anak itu sudah lumayan untuk mendapatkan pendidikan. 

Dan kini semua anaknya  sudah bekerja, sedangkan dia saat ini masih berusia 43 tahun. Masa produktif untuk bekerja. Namun dia dipaksa anak anaknya untuk keluar dari semua pekerjaan dan membayar lunas hutang hutang nya,  dan ketiga anaknya sepakat secara patungan memberikan gaji pada ayahnya sesuai dengan jumlah gaji ketika dia bekerja”. 

Jadi pada akhirnya, menikah muda itu jauh lebih baik daripada  menikah tua. 
Tabel di bawah ini kiranya dapat Anda pergunakan untuk memberi gambaran  umur yang tepat untuk menikah. Karena siap dan tidak siap, menikah itu merupakan satu langkah dalam kehidupan. 

51399-usia-nikah_1
sumber: ayonikah.com

30 thoughts on “Menikah Tua Lebih Baik?

  1. saya punya cerita yg mirip dengan cerita yg anda sebut ideal tersebut. ada tetangga menikah usia kepala 2. punya anak sekarang sudah 4, entah mau nambah lagi atau tidak. kelimpungan nyari uang kesana kemari, dan tampaknya tidak mencukupi, sampai akhirnya anaknya (2anak terkecil) ada yg kasus kurang gizi sehingga jadi perhatian posyandu.
    buntutnya sekarang mereka ikut orang tuanya, numpang hidup dan anak2nya beserta bapak ibunya ditanggung simbah.

    mungkin dari situ bisa dilihat menikah bukan masalah umur. kalo saya melihatnya begitu. silakan saja kalo punya pandangan lain.

    Like

      1. melihat kedepan bagaimana maksudnya?
        2org anak kurang gizi (bukan gizi buruk) itu kedepannya seperti apa? kalo didiamkan bisa fatal lho. untung simbahnya cepet2 turun tangan.

        poin saya umur tidak bisa jadi patokan. bisa jadi tabel itu ideal untuk sebagian orang, tetapi TIDAK selalu ideal untuk semua orang.

        tapi ya balik lagi… semua orang boleh berpendapat, dan semua orang boleh tidak sepakat. itulah indahnya hidup bersama banyak orang.

        Liked by 1 person

          1. ya banyak mas. sama pak kepsek yg ngasih syarat pertanyaan 3hal itu, padahal sudah siap nikah. tidak bahas umur kan? dan pasti pak kepsek juga nambah pertanyaan yg lebih detail lagi selanjutnya.

            untuk tiap orang hal ini pasti tidak sama. patokan untuk 1orang belum tentu cocok untuk orang lain. karena banyak faktor yg jadi pertimbangan

            Like

  2. Terus kapan mas nikahnya nih? Hheee

    Dua kakak sepupu saya juga kebetulan nikah di usia 20 an, dan memang mereka bisa hidup bersama anak layaknya adik. Tapi paman saya yang lain justru nikah di umur 35an, dan di umur 40an anak beliau baru masuk jenjang kelas 3 SD. Tapi, mereka sekarang mencoba bahagia dengan jalan hidup masing-masing sih. Umur bukan jaminan kedewasaan seseorang ya.

    Liked by 4 people

  3. Menurutku sih, nggak ada orang yang bener2 mau nikah diatas usia 30. Cuma ya takdirnya masing2. Nggak semua yang nikah muda bisa bertahan kayak mereka, apalagi jaman now. Nikah cepet tapi cerai juga cepet. Ada juga yang nikah sesuai usia yang pas kayak kakak sepupu aku, tapi setelah belasan tahun nikah belum diberi momongan. Ada juga yang nikah muda, baru dikasih momongan setelah berpuluh tahun kemudian. Ada yang nikah diatas 30, kemudian cepet dapet momongan. Pada akhirnya usia saat menikah dan anak nggak selalu bisa dijadikan patokan πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

    Liked by 2 people

    1. sebenarnya ini masalah kita nanti kalau sudah tua jangan sampai masih menghidupi anak,
      mbak kan juga ga mau dalam usia senja masih susah mencari duit, yang seharusnya adalah waktu untuk santai menikmati hari tua

      Like

  4. Menikah itu jangan melihat dari angka umur muda atau termasuk angka tua tapi harus sreg dalam hati dan mantap dg niat nikahnya. Angka umur seseorang tidak bisa mengkategorikan orang tsb tuwir atau masih muda. Angka umur seseorang tidak ada hubungannya dg kesehatan. Tua belum tentu renta kalau kita jaga kesehatan dg pola hidup sehat. Mmg di Indonesia umur 50an udah renta bukan tua dan angka 60an udah banyak yg uzur dan sakit2an serta meninggal. Namun di era modern yg mana SDM sudah banyak belajar dan menerapkan hidup sehat, umur 45baru menikah itu angka yg bagus krn biasanya sudah lebih fokus untuk membina keluarga. Aku pribadi banyak lihat teman2ku dulu pada nikah di umur 16th dan suami umur 19th rata2 di kampungku begitu… tp mrk punya anak masih kurang stabil emosinya menghadapi anak2 jadilah anak2 mrm sasaran kdrt orang tuanya. Setelah mrk umur 30th cerai cerai πŸ˜‚ krn mrk baru sadar mrk baru mengenal cinta… dan cinta pada org lain πŸ˜‚ cerai berai akhirnya. Tetangga seumuranku udah nikah 7x πŸ˜‚ so ini bukan contoh yg baik untuk nikah muda.
    Menurutku ya itu tadi setelah memasuki usia dewasa, menikahlah krn sudah sreg. Usia 45th untuk cewek punya anak pun udah bukan masalah dg teknologi yg ada di jaman now.
    Anyway kapan kau nikah πŸ˜›

    Liked by 2 people

    1. waa ini, komentar terpanjang selama saya ngeblog.

      jika menunggu sreg itu sepertinya tidak memiliki tujuan yang jelas deh mbak,. Sreg ini sreg itu. Lama.
      Kok saya dikasih contoh yang buruk terus mbak? coba saya di kasih contoh yang positif satu aja, he he

      aku nikahnya kapan??hmmm duh pie iki jawab e

      Like

      1. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ iyo iku komen iso jadi 1 postingan lol πŸ˜‚
        Yo wes contoh sing apik ae… koncoku umur 32 cerai berai dan nikah lagi setelah umur 37th. Skrg udah punya anak 3 ganteng2 lan ayu. Anak wedok umur 17th yg lanang umur 10th dan 6th. Koncoku wes umur 50th ke atas dikit , sekarang bojone yo podo. Namun dari raut wajah 15th lebih muda dari angka umure. Pernikahan mereka udah berjalan 20th. Koncoku punya anak pertama di usianya yg ke 41th. So far so good. Anak2e sopan dan baik. Mrk adem ayem krn udah nabung untuk biaya pendidikan anak2 jauh sebelum mrk punya anak.

        Contoh ke 2 aku sendiri deh πŸ˜‚ aku nikah umur 33th iya dg mas bule krn mau nikah dg mas indonesia aku di kategorikan sebagai perempuan yg kurang berbobot krn pendidikanku yg hanya lulus smp *eh curhat πŸ˜‚ tp dg mas bule bibit dan bobot tidak dipermasalahkan 😍 bahkan aku disuruh lanjut study ambil S2 tapi aku pilih ambil Yoga training aja krn yoga skill yg bisa langsung di pake untuk sendiri atau untuk orang lain.

        *eh kok curcol πŸ˜‚ intinya menikah krn sudah nyaman itu lebih baik… jangan dipaksakan krn faktor ini dan itu. Krn apa2 yg di paksakan itu tidak enak πŸ˜›

        Like

  5. Saya setuju dengan mas Seta, memang bagus menikah muda, tapi dengan catatan minimal si Calon suami punya pekerjaan tetap saat memasuki perkawianan, untuk menghidupi keluarganya nanti. Sebab jika tidak, bisa terjadi kasus seperti yang dikisahkan mas q thring.

    Setidaknya pasangan sumi istri mesti bisa mandiri tanpa merepotkan orang tua lagi. Masalah mapan atau tidak masing2 orang punya standar berbeda, tetapi kebutuhan dasar anak istri mesti dapat dipenuhi oleh sang suami, syukur2 istri juga membantu mencari penghasilan rumah tangga.

    Like

  6. Kalo menurut aku mas usia itu tidak patokan kebahagiaan pernikahan.. tidak semua yang menikah muda akan bahagia, dan tidak semua juga yang menikah tua tidak akan bahagia..

    Kalo aku melihatnya lebih kepada tanggung jawab.. jika memang di usia muda dia sudah merasa mampu bertanggung jawab sebagai suami / istri atau sebagai orangtua ya monggo nikah.. tapi kalo belum mampu ya jangan coba2..

    Tapi btw kalo menurut tabelnya.. aku nunggu usia cukup ajalah baru nikah nanti.. 😁

    Liked by 1 person

  7. Tujuan nikah apa dulu ?
    Kalau untuk membinah keluarga yg harmonis saya kurang setuju nikah mudah, karna ego masih sama sama tinggi.
    Klo utk kebutuhan biologis, biar bisa puas sampai lemas tanpa dosa. Bisa jadi nikah mudah emang pilihan yg tepat…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s