​Tips Mendisiplinkan Kelas Agar Pembelajaran Berlangsung Enak

Good Morning !!!

Tidak ada ceritanya seseorang yang sukses itu tanpa dibarengi dengan sikap disiplin. Dua kata itu selalu seiring sejalan.

Dalam pengajaran di kelas- atau dimanapun. Disiplin adalah sarat mutlak.

Harus ada aturan dan sanksi yang jelas ketika kebiasaan displin itu akan dilakukan di dalam kelas. Contohnya, jika seorang anak melakukan A maka dia akan mendapatkan B, jika dia melakukan C maka akan mendapatkan D. Ini dilakukan secara konsisten dari waktu ke waktu. Memang kedengaran melelahkan, tapi ini adalah tugas guru agar kenyamanan kelas dapat terjamin. Akan lebih baik lagi jika itu di tulis di kelas, atau kalau Anda kurang kerjaan buatlah sendiri kemudian bawalah kemanapun Anda mengajar agar Anda dapat menunjukkan kepada anak anak.

Pembiasaan disiplin dalam kelas harus dimulai dari hari pertama mengajar dan untuk selanjutnya dilakukan secara konsisten. Seorang guru tidak bisa serta merta melakukan tindakan di tengah-tengah, yang ada nantinya akan mendapatkan anak anak yang mulai mengeluh tentang keadilan. Mereka akan bersungut-sungut dengan menyatakan ini dulu boleh sekarang tidak boleh. Percayalah, pekerjaan di tengah-tengah itu akan lebih melelahkan dibandingkan dengan Anda melakukan dari mulai hari pertama. Kesan pertama adalah segalanya.

Ciri Anda sukses mendisiplinkan anak anak adalah kelas akan terasa nyaman. Atmosfer belajarnya akan terjaga. Ketika Anda berbicara, mereka akan mendengarkan, ketika Anda memberikan tugas mereka akan segera menyelesaikannya (meskipun tentu saja dengan perasaan kesal). Kelas akan langsung senyap ketika Anda memberikan perintah. Pekerjaan rumah selalu selesai tepat waktu. Anak-anak tidak ada yang lupa ini dan itu. Tidak ada alasan apapun.  Anak anak sudah tahu apa yang harus Anda kerjakan. Anda tidak akan membutuhkan energi yang banyak untuk mengajari mereka.

Kelas boleh saja ramai dan gaduh, namun ramai yang tertata. Tertata di sini adalah mereka ramai dalam diskusi dalam membahas pekerjaan yang harus mereka selesaikan, bukannya malah ngegosip tidak jelas- kadang mereka membicarakan tentang kegiatan yang akan mereka lakukan sehabis pulang sekolah.

Jika Anda tidak dapat membuat kelas Anda seperti di atas, Anda mungkin tidak berbakat untuk menjadi seorang guru. Anda masih membutuhkan banyak latihan tentang manajemen kelas.

Mendisplinkan tidak harus menakuti nakuti anak dengan sederet sanksi yang mengerikan – misalkan menulis sebanyak berapa ratus kata atau mengalikan menjadi berkali lipat- saya pribadi lebih suka mereka sendiri yang menyebutkan sanksinya ketika melanggar sesuatu, dengan demikian ketika dia melakukan itu, saya tinggal berbicara padanya, “ Itu janjimu sendiri, kan?” jadi ketika ada orangtua atau wali murid yang protes dengan sanksi tersebut, saya dapat mengelak dengan mudah dengan berkata. “ Itu merupakan janjinya sendiri, Pak, Bu. Dan sudah di saksikan dalam satu kelas!!!”.

Kesimpulannya, disiplin=konsisten=kebiasaan.

Guru  itu ibarat penggembala, dan gembalaannya adalah anak-anak itu. Teacher can play with them, do whatever teacher want to be. Biarkan saja mereka merumput kesana-kemari sesukanya, namun kita adalah pengendali mereka – ingat- pengendali.

 
Have a nice day.

14 thoughts on “​Tips Mendisiplinkan Kelas Agar Pembelajaran Berlangsung Enak

    1. iya mas, kami berhadapan dengan makhluk yang memiliki kecerdasan jadinya sulit.
      beda jika berhadapan dengan barang yang dapat kita atur sesukanya tanpa ada efek jangka panjang.

      Like

      1. Eh, tapi karena berhdapan dengan makhluk hidup, bikin guru malah awet muda sih mas, karena stress bisa langsung dilampiaskan gitu. Dan emang guru2 saya kebnyakan awet muda, mukanyan gitu2 aja, padahal ada yang semuran ayah saya. Hhii

        Liked by 1 person

  1. Disekolah saya memepercayakan pendidikan pada guru dan zuster, disiplin memang diawali dari kebiasaan. Disiplin antri, membuang sampah, menghormati orang, dasar kebiasaan yg mesti di pupuk sejak dini , ga lupa disiplin dalam pelajaran lol

    Liked by 1 person

  2. Jika Anda tidak dapat membuat kelas Anda seperti di atas, Anda mungkin tidak berbakat untuk menjadi seorang guru. Anda masih membutuhkan banyak latihan tentang manajemen kelas.

    Ini sungguh tamparan keras, mmg perlu banyak eksperimen terlebih jik

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s