Memberi Rasa pada ludah

Dua hari ini saya menjadi KU di tempat orang yang sedang melangsungkan pernikahan. Tugasnya adalah mencatat dengan teliti semua amplop yang datang beserta nama dan alamatnya ke dalam buku besar. Buku ini nanti di gunakan untuk referensi yang punya rumah sebagai balasan jagong.

Kedengarannya enak ya? Hanya  duduk dan menulis. Enak kalau tamunya hanya beberapa ratus, hlah kalau ribuan? Bisa pegal nih tangan.

Sebagai sesama petugas kami kan sering ngobrol apa pun agar suasana menjadi lebih cair atau kadang bercanda. Nah kalau seperti ini kadang bau mulut tidak sedap, menjadi risih ketika ingin membuka mulut.

Solusi kilatnya adalah ngemut permen. Efektif dan murah.

Nah, ketika sedang asyik-asyiknya dengan permen yang manis itu saya kemudian tiba-tiba berpikir. Eh ternyata ngemut permen hanya lah mengisap ludah kita sendiri selama permen itu masih di mulut.
Ludah yang kita isap dan telan telah di beri rasa oleh permen.

Jadi ngemut permen adalah memberi rasa pada ludah yang sudah mulai masam. Eeiiyy…

End.

16 thoughts on “Memberi Rasa pada ludah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s