Menyiapkan dana pensiun sejak dini untuk kesejahteraan masa tua nanti

image

Artikel ini entah saya pernah tulis atau belum saya lupa, he he. Malas mencari.

Apakah kalian sering iri dengan PNS ketika mereka sudah pensiun namun masih digaji oleh pemerintah? Ya jadilah PNS he he.

Yang lebih menyenangkan adalah ketika suaminya telah tiada, istrinya masih berhak mendapatkan gaji itu. Gurih ya? Contohnya adalah bapak saya sendiri, tiap hari ketika pensiun hanya memelihara ayam bangkok di belakang rumah, namun masih di gaji oleh pemerintah. Uenak tenan, pak pak. Saya jadi teringat bapak ketika saya mengatakan itu beliau menoleh sambil tersenyum sinis dan mengejek.

Oh ya, bagi yang mau menderita di awal dan bahagia di akhir, masih ada solusi dari Bank dan Lembaga Keuangan lain yang menawarkan Dana Pensiun.

Salah satunya adalah DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Apa itu DPLK ? Menurut UU No. 11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun adalah sebagai berikut;

DPLK adalah Dana Pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan Program Pensiun Iuran pasti bagi perorangan, baik karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari Dana Pensiun pemberi kerja bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi jiwa yang bersangkutan.

Intinya, kita mengumpulkan uang sendiri untuk dipakai sendiri di masa depan.

Saya ikut program ini sudah beberapa tahun yang lalu. Awalnya saya hanya ikut ikutan teman kantor sih, (kelakuan saya memang seperti itu, selalu ikut-ikutan tidak jelas) padahal saya tidak tahu sama sekali itu tentang apa, saya mengira itu hanyalah menabung biasa. Eh ternyata lebih dari itu.

Karena tempat saya bekerja dekat dengan Bank Jateng maka saya mengikuti DPLK Setia, dana pensiun dari Bank Jateng dengan slogan “ Sejahtera Tiada Akhir”, eh ternyata ini adalah akronimnya.

Saya suka ini karena angsuran per bulannya hanya sedikit (minimal 50.000) dan tidak terikat sama sekali tiap bulan diharuskan untuk menyetor. Jadi ya saya suka suka saja per bulannya. Kadang juga 100, 250, 320, 600 ah pokoknya suka suka saja lah. Kalau sedang bokek hanya 50.000 saja daripada tidak di isi sama sekali.

Di bawah ini saya kasih foto rekening awal saya, kecil emang dananya, hi hi..
image

Dana yang saya setorkan tidak akan berkurang, namun bertambah sesuai dengan suku bunga bank. Semakin besar akumulasi dananya maka semakin besar juga pertambahannya ( eh sebenarnya haram enggak sih?, entah, biar ahli agama yang menjawabnya).

Keuntungan yang didapat sebagai berikut;

Berbagai keuntungan akan diperolehan peserta, yaitu :

  • Bebas biaya pendaftaraan
  • Bebas menentukan usia pensiun, usia pensiun normal (40-65 th)
  • Bebas melakukan setoran iuran, baik jumlah maupun frekuensi melalui : Tunai di seluruh Kantor Cabang dan Cabang Pembantu Autodebet dari rekening tabungan di Bank Jateng Transfer dari bank lain.
  • Bebas pajak selama masa kepesertaan, iuran dan pengembangan milik peserta mendapat fasilitas pajak ditunda selama masa kepesertaan.
  • Tersedia fasilitas penarikan iuran, syarat, ketentuan & pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Perlindungan kecelakaan diri, peserta DPLK dilindungi Asuransi Kecelakaan Diri dengan biaya premi yang ekonomis

(sumber: bankjateng)

Sedangkan syarat-syaratnya adalah sebagai berikut;

Syarat & Ketentuan

Kepesertaan DPLK Setia dapat diikuti setiap orang, baik sebagai Peserta Individu/ kelompok dengan ketentuan :

  • Minimal berusia 18 Tahun
  • Mempunyai penghasilan
  • Mengisi formulir pendaftaran
  • Iuran minimal Rp 50.000,-
  • fotokopi identitas diri (KTP/ SIM/ Paspor)
  • fotokopi kartu keluarga (data keluarga)
  • fotokopi NPWP

Ada sih rekomendasi untuk mengikuti asuransi, tapi saya rasa tidak akan cocok seperti saya yang memiliki dana cekak dan memiliki banyak aturan yang lebih merugikan konsumen daripada untungnya. Sebenarnya mereka itu membantu enggak sih?

Sejak mempunyai teman yang berlatar belakang akuntasi waktu itu (sekarang dia kepala toko Yomart Cirebon) saya seperti disadarkan, bahwa melek finansial itu adalah mutlak. Dan itu merubah saya sepenuhnya mengenai uang dan cara bekerjanya.

Kita tidak akan selamanya muda, kita tidak akan terus terusan bekerja menghasilkan duit seperti sekarang ini, masa depan nanti akan berubah, tanpa kita sadari tau tau sudah menjadi tua dan waktu akan cepat berlalu.

Kalau bukan kita sendiri yang merencanakan untuk masa depan, terus siapa lagi?Tetangga? Mereka hanya akan menyoraki ketika kita gagal.

Perencanaan Dana Pensiun sedini mungkin tentu akan lebih baik lagi daripada ketika sudah tua baru sadar dan menyesal.

Ingatlah, ke toilet saja kita membutuhkan uang, apalagi untuk masa depan.

End.

2 thoughts on “Menyiapkan dana pensiun sejak dini untuk kesejahteraan masa tua nanti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s