Aku selalu geli dengan makanan terakhir di angkringan

IMG-20150817-00280

sumber: gembulnita.blogspot.co.id

Dahulu sebagai mahasiswa yang berasal dari ekonomi lemah, nongkrong makannya selalu di angkringan di dekat kos-kosan. Aku memilih angkringan karena menunya banyak dan dapat menyesuaikan dengan kantong.

Kalau menginginkan hemat maka aku hanya mengambil beberapa makanan sesuai dengan hitungan uang di kantong. Kalau menginginkan lebih kenyang maka aku juga mengambil makanan lebih banyak

Aku biasanya pergi ke angkringan lebih dari jam 10 malam karena sudah sepi, jadi kami dapat berlama-lama mengobrol dengan pedagangnya sambil menyeruput kopi panas sedikit demi sedikit agar habisnya lebih lama dari biasanya.

Kopi  tidak terasa nikmat jika tidak dibarengi dengan makanan pendamping macam gorengan.

Yang menjadi masalah adalah ketika kami akan makan hanya tersisa satu gorengan. Aku membayangkan bahwa gorengan itu sudah di pegang oleh ratusan jari pembeli sebelum aku. Karena semua pembeli memiliki kebiasaan untuk mencari-cari mana gorengan yang paling besar dengan memegang-megang kemudiang membolak baliknya.

Ketika aku membayangkannya, aku menjadi jijik dan ngeri dengan rasa mual ketika jari dengan berbagai latar belakang sentuhan itu mengenai gorengan. Ada jari yang sebelumnya mencolek hidung, ada jari yang sebelumnya mencolek ayam, ada jari yang sebelumnya mencolek colek cewek dan ada juga jari yang selalu mengkorek-korek kotoran entah apa.

Lebih menjijikkan lagi adalah irisan melon yang terakhir. Karena basah, maka otomatis jari jari itu terlarut dan menempel beserta kotoran yang dibawa oleh pembeli sebelum aku. Aku pernah makan melon terakhir di angkringan, ya Allah rasanya sudah tidak seperti melon. Masa iya melon kok rasa awalnya asin kemudian menjadi seperti air sabun dan rasa lotion, haduh.

Ah membayangkan saja aku menjadi mual. Maka dari itu ketika malam tiba, aku hanya akan membeli kopi dan makanan-makanan yang masih terbungkus, takut daripada nanti malah jadi sakit perut.

Meskipun dengan segala kejorokannya, aku masih saja setia untuk makan di angkringan hingga saat ini. Aku suka atmosfir remang-remang di angkringan. Aku suka ketika makan di situ tidak harus berdandan rapi dan wangi. Tidak harus memamerkan status yang kami punyai, karena di angkringan, semua akan menjadi sama.

 

30 thoughts on “Aku selalu geli dengan makanan terakhir di angkringan

  1. kalau sate usus sepertinya aman ya mas meski terakhir, kayak e g mngkn dipegang2.

    baca ini sambil bayangkan melon terakhir di nampan warung kok saya juga jadi gimana gt.. -_-

    Like

  2. wadduh membaca artikelmu membuatku membayangkan gorengan demi gorengan yg sudah sy makan selama ini, hahahaa bikin mual jadinya klo mau ke angkringan lagi mengingat sy juga pencinta angkringan

    Like

  3. Hahaha..tulisannya banyak yg bener..dulu pas kuliah n kos..juga hobinya makan di angkringan.. cuman bedanya.. ga pake mikir banyak yg penting uang cukup perut kenyang dan bisa tidur tenang..#nasib anak kos pas pas an hehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s