Apakah boleh mengantar murid SMP/SMK ke rumah?

Kalau muridnya adalah lawan jenis, Jawabannya adalah tidak.

Mengapa tidak boleh?

Alasan mendasar dari itu adalah tanggung jawab.  Untuk anak seumuran itu mereka sudah bisa bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Lain dengan anak SD yang masih belum tahu mana yang benar dan tidak dalam hubungan sosial.

Alasan lain adalah kita meminimalkan kejadian yang melibatkan guru diluar konteks belajar dan mengajar. Kan satu hal yang memalukan ketika terjadi kecelakaan bersama murid dan malah kita menanggung derita. Kita boleh saja memakai sejuta alasan pembenaran untuk tindakan kita, namun masyarakat mana mau tahu tentang itu semua, karena buktinya adalah bersama dengan muridnya.

Alasan lain, menjaga fitnah. Hubungan guru dan murid yang terlalu dekat rentan menimbulkan opini negatif. Tetangga murid tersebut pasti akan menyebarkan hal yang tidak tidak mengenai kita.

Jadi, ketika guru melihat ada anak yang belum pulang, biarlah temannya mengantarkan pulang, atau kalau memungkinkan menghubungi orang tuanya agar segera menjemputnya.

Namun kalau ingin menjadi guru yang disukai murid karena baik hati sering mengantarkan kemana-mana ya itu hak pribadi guru tersebut.

Yah pada intinya, kami takut tentang opini masyarakat yang tidak baik mengenai citra seorang pendidik.

23 thoughts on “Apakah boleh mengantar murid SMP/SMK ke rumah?

  1. Guruku SMA dulu pernah mengantar kami pulang, tapi ramai2 naik mobil, kondisinya kami lagi kemaleman dan ga dapat bus. Jadi beliau berbaik hati mengantar kami dengan mobilnya..

    Like

  2. Sewaktu SMA, ada temen saya yang di hari tertentu selalu dianter sama salah satu Guru di sekolah saya. Bahkan saat pulang pun mereka berkendara bersama.
    Usut punya usut mereka ternyata kakak-beradik. Wkwkkwk

    Baiknya emang gak dianterin sih, takutnya menimbulkan isu ini itu. Hhee

    Like

  3. Ya apalagi kalo gurunya masih tergolong muda. Antara murid masih cocok disandingin, malah gosip nyebar kemana2. Tapi tergantung orgnya jg sih.. tahu diri tdknya. Kkkk

    Like

  4. Dalam keadaan darurat, gak apa sih saya rasa, sesekali. Misalnya kalau sekolah di kampung, kbanyakan siswa jlan kaki baik berangkat maupun pulang sekolah. Nah, kalau kebetulan jalannya sama menuju pulang, kita pakai sepeda motor terus siswa cewek berjalan pulang dan teman lainnya gak bisa nganterin, kalau ybs mau / bersedia nebeng, saya pikir gpp sesekali, asal tidak keterusan.

    Tapi, intinya, seperti yng Anda mksudkan di atas, saya paham aja, dan memang harus dijaga….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s