Kegiatan liburan anak kampung

Akhirnya mendapat liburan akhir tahun yang memuaskan.

Mulai hari ini sampai dengan tanggal 2 Januari merupakan jatah libur nasional untuk semua jenjang pendidikan.

Bagi anak anak merupakan sebenar benarnya libur, namun bagi kami itu hanya menandakan kalau datang ke sekolah tidak harus memakai seragam seperti biasa dan diperbolehkan untuk datang ke sekolah lebih siang dan pulang lebih awal.

Apa rencananya ketika liburan satu minggu ini?

Karena rumahku di kampung dan di lereng bukit, maka aku merencanakan untuk menanam pohon sengon saja di lahan-lahan kosong  hibah dari embah buyut. Di dekat rumah masih banyak lahan kosong yang tidak tergarap dengan maksimal.

Setelah itu aku akan menanam rumput gajahan di sela-selanya. Sebagai makanan ternak.

Yah konsekuensinya nanti kulit pasti bertambah lebih gelap lah dan tangan menjadi sedikit kasar. Tapi tak mengapa asalkan dapat melakukan sesuatu yang memiliki hasil di kelak kemudian hari.

Kenapa pohon sengon?

Menanam pohon sengon merupakan investasi murah namun memiliki pontensi yang menggiurkan.

Pohon sengon dapat tumbuh baik dimana saja dalam berbagai tipe tanah. Bahkan dapat tumbuh ditanah yang memiliki kategori miskin unsur hara.

Sengon juga dapat dengan cepat dipanen, hanya membutuhkan minimal 3 tahun sudah dapat dijual dengan harga yang bervariasi tergantung diameter batang pohon. Namun para petani disini menyarankan aku untuk menjualnya ketika sudah berumur 5 tahun.

Secara ekonomis pohon ini mempunyai potensi yang menjanjikan.

Menurut perhitungan Jokowi yang dimuat di Tempo pada 26 Oktober 2013, penanaman pohon sengon di lahan seluas satu hektar dapat menghasilkan keuntungan 867 juta. โ€œ yang artinya satu tahun ada untung 173 juta atau per bulan 14 juta.โ€ Itu adalah perhitungan 4 tahun yang lalu, kalau sekarang sudah pasti keuntungannya meningkat.

Bayangkanlah, kita hanya duduk-duduk dan menantikan pohon besar, tiap bulan mendapatkan duit sebesar itu

Komponen terbesar budaya sengon hanya pada pembelian bibit dan pupuk.

Sengon bukan tanaman seperti bayi yang membutuhkan banyak perawatan, dia hanya membutuhkan pupuk dalam jumlah cukup dan biarkan saja tumbuh dengan sendirinya.

Sambil menunggu besar nantinya, di bawah pohon sengon masih dapat ditanami tananam umur pendek semisal kacang tanah, kacang panjang dan jagung. Sehingga lahan dapat dimaksimalkan sebaik mungkin. Meskipun nanti hasilnya tidak akan maksimal. Masih lebih baik dibandingkan menjadi lahan rumput.

Jadi jangan meremehkan orang orang kampung udik yang penampilannya lusuh dan serba heboh itu. Jangan-jangan mereka sebenarnya malah memiliki uang yang lebih banyak daripada gaji kita.

Kegiatan kedua untuk liburan adalah menanam rumput gajahan.

Rumput gajah merupakan rumput dengan nutrisi yang tinggi untuk makanan ternak. Maka dari itu banyak peternak yang membudidayakan rumput gajah untuk menyokong ternaknya.

Rumput mudah dalam penanaman dan dan perawatan. Bahkan tidak diperlukan lagi perawatan kecuali pemberian pupuk kandang agar cepat tumbuh lebat.  Rumput ini juga tahan terhadap cuaca panas dan kekurangan air. Seperti halnya pohon sengon, tanaman ini tidak manja.

Cukup batang rumput yang sudah ada ditancapkan ditanah yang lembab, maka kita tinggal mununggu nya panen. Panen paling cepat sekitar 80 hari setelah hari pertama tanam (tergantung kondisi tanah).

Harga jual per ikat disini berkisar 10.000 sampai dengan 20.000 (tergantung besaran ikatan). Sedangkan kalau menjelang hari raya idul fitri dan sesudahnya di mana petani lebih suka untuk berlibur, kami dapat menjualnya dengan harga yang suka-suka. He he. Apalagi kalau sedang musim kemarau yang panjang, wiihh..gurih banget.

Sehari dapat menjual minimal 10 ikat, jadi dapat duit 100.000 (minimal).  Dan itu sudah menjadi keuntungan bersih, tanpa potongan dari komponen yang lain.

Untuk modal pembelian bibit dapat di nol kan sama sekali. Bibit dan benih dapat dibuat dari mengambil batang rumput yang sudah tumbuh kemudian diperbanyak di lahan.

Okay, jadi ketika memiliki lahan yang kosong dikampung, kenapa memikirkan untuk menjadi pengusaha kalau dengan sistem pertanian seperti ini saja sudah dapat menghasilkan uang yang lebih dari cukup tanpa harus stress memikirkan ini dan itu.

Memang ini tidak elit dan kotor. Namun bukankah kita lebih baik mempunyai uang yang banyak dengan cara sederhana, daripada penampilan elit tapi banyak hutang sana sini ditambah penyakitan.

Hal sederhana yang sering kita lewatkan.

End.

26 thoughts on “Kegiatan liburan anak kampung

  1. Wah, emang bener mas. Di kampug saya omset petani lebih menjanjikan dibandingkan penghasilan saya yang cuma karyawan toko. Waktu luangnya banyak juga. Saya juga ada niatan lepas di sini nanti terjun ke dunia pertanian. Tapi karena disini tanahnya cocok ditanami sayur mayur, jadi saya harus berlatih fisik dulu kayaknya. He

    Like

  2. Ayahku juga nanam pohon sengon nih. Tiap hari dikunjungi karena lahannya agak jauh dri rumah. Pas blm terlalu gedhe pohon ada yg patah, betapa mangkelnya ayahku haaaa

    Like

    1. Waah.. sama lagi..toosssss.

      Lumayan hlo ver untuk investasi, daripada deposito yang riba itu haha.. juga bisa untuk nambaiin kuliah s2

      Kalau patah harganya lebih rendah, eh biasanya kena angin.

      Jelas mangkel lah, harganya lumayan kok satu batang

      Like

  3. Belum pernah lihat penduduk di desaku jualan rumput gajah. Kalau adapun mau beli..
    Kayaknya ga ada orang yg nanem rumput ini sampai banyak terus dijual.

    Like

      1. Oh, kalau ditempat saya suka banyak yg ngerinin jerami Mas. Di sana ada jg ga?
        Rumput di musim kemarau juga susah ditempat saya. Jd sapi makannya jerami kering.

        Like

          1. Kambing ditempat saya malah ga makan gajahan, apa karena ga biasa ya. Tp ga pernah ngasih juga sih, saya kira mereka ga doyan gajahan.
            ๐Ÿ˜ฆ
            Iya, kambing ga doyan jerami

            Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s