Guru yang tidak akrab dengan muridnya

Ada asumsi bahwa guru harus akrab dan berteman dengan anak didik nya.

Namun tidak semuanya benar. Kita boleh akrab asalkan memiliki batas yang jelas antara guru dan murid. Kita tidak bisa membiarkan diri kita menjadi teman akrab, karena mereka mempunyai teman sendiri dan kita juga memiliki teman sendiri.

Kan jadi tidak enak andai kita menemukan murid yang mengerjain gurunya karena sudah terlalu akrab.

Untuk mengajar harus mempunyai otoritas sehingga dapat mengatur suasana belajar yang kondusif. Bayangkan jika murid menganggap kita sebagai teman akrabnya?. Setiap kita memberikan instruksi untuk melakukan sesuatu mereka malah seenaknya.

Kita bandingkan saja dengan organisasi kecil semacam karang taruna itu. Meskipun kecil mereka juga membutuhkan otoritas agar semua pelaksanaan dapat berjalan lancar.

Apalagi ini sebuah kelas, otoritas dan wibawa sangat diperlukan. Sehingga jika ada guru yang dianggap oleh orang lain tidak akrab dengan muridnya, janganlah berkecil hati. Kita tidak usah berkecil hati karena tidak disukai oleh murid. Guru yang disukai murid belum tentu guru yang baik, guru yang sering memberikan jam kosong, guru yang sering banyak curhat dikelas lebih disukai murid daripada guru yang selalu datang dan pergi tepat waktu, guru yang selalu memberikan banyak soal latihan agar mereka paham sebenarnya, guru yang selalu berangkat bagaimanapun keadaannya.

Murid akan membenci guru yang selalu melakukan review soal-soal ulangan harian dan tes semester.

Guru yang baik adalah guru yang dapat menempatkan dirinya sesuai dengan posisinya dan bersikap profesional.

Saya sangat heran dengan pendapat ahli ahli pendidikan itu. Saya malah menaruh curiga, jangan jangan mereka itu melakukan riset hanya di sekolah sekolah yang sudah bereputasi baik dan tidak pernah  menjamah sekolah sekolah kecil di pinggiran dimana karakter anaknya berbeda dengan kota. Mereka sepertinya hanya men copy paste desain pendidikan ala barat untuk diaplikasikan disini tanpa memandang dan mempertimbangkan karakter anak.

Saya pernah menjumpai guru yang berpendapat seperti itu. Dan membela habis habisan asumsi tersebut. Namun ketika kami melakukan kunjungan kelas dapat terlihat dengan jelas bahwa dia melanggar asumsinya sendiri.

Saya sendiri benar benar membatasi diri ketika ada yang ingin sok akrab.

Tanamkan seperti ini : HEI…AKU GURU DAN KAMU MURID.

Ah mungkin persepsi saya keliru.

End.

15 thoughts on “Guru yang tidak akrab dengan muridnya

  1. Ada benarnya jg yg Anda ulas di atas, kita hrus tahu batasan masing2.
    📝
    Guru yang baik adalah guru yang dapat menempatkan dirinya sesuai dengan posisinya dan bersikap profesional.

    Like

  2. Menjadi sahabat murid mungkin tidak ada salahnya, asalkan tetap proporsional. Bagaimana pun mendidik itu tanggung jawab sang guru.

    Like

  3. Saya sependapat dengan tulisan ini,
    Benar bagaimanapun guru dan murid punya peran yang berbeda ya harus ada batasannya, meskipun tidak bagus juga kalau guru terlalu jaga jarak.
    Mungkin sesekali guru duduk2 dengan murid di waktu jam istirahat untuk mendengarkan keluhan atau ocehan mereka menurut saya masih bagus, tapi kalau terlalu akrab sampai murid peluk2 dan gandeng2 tangan gurunya itu sdh over akrab, ya dikhawatirkan wibawa guru akan turun.
    Dan benar guru yang disukai muridnya belum tentu guru yang baik, aplg jika di sekolah tersebut sebagian besar muridnya bukan murid yang rajin.
    Terlebih saat ujian, pada umumnya guru yang mengawas tidak serius (mengantuk, bercerita, main Hp dsb) malah disukai murid-murid

    Like

    1. wah bertemu denga senior ini,
      betul mbak, wibawa tetap harus dijaga. Karena tidak adanya wibawa akan memberikan efek yang lebih buruk.
      yang saya prihatinkan adalah, saat ini guru memiliki prinsip, ” hla kalau tidak mau maua apa lagi?, hla emang umurnya bermain masak di suruh belajar?” nah kadang prinsip yang seperti ini membuat pendidikan menjadi tidak tentu arahnya.

      Liked by 1 person

      1. He he he , senior blm tentu lbh baik kn mas.
        Iya, mmng bnyk permasalahan di dunia pendudikn yg mjd keprihatinan kita semua.
        Dan terkadang kita tak punya daya memberikn solusi.
        Kecuali dg menulis, itupun kadang tak benar2 merdeka

        Like

        1. Masalah yang paling sulit adalah sekarang anak anak bersifat manja dalam segala hal, .. contohnya tidak bisa beradaptasi dengan teman, yang di salah kan teman temannya, bukan malah Koreksi diri..dan di perparah Dengan wali yang tidak mau mengerti

          Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s