Mereka mengatakannya adaptif

image

Saya termasuk orang yang memiliki hobi instant atau karbitan. Semua hobi yang sedang trend saya ikuti tidak peduli berbakat atau tidak.

Ketika jaman bmx saya ikutan membeli sepeda dan menjadi salah satu anggota komunitas yang aktif. Ikutan show sana sini.

Ketika jaman batu akik, maka saya tidak mau kalah untuk ikutan mencari cari batu bagus dengan menyusuri sungai untuk kemudian mengasahnya dirumah dengan alat apa adanya.
Yang jelas waktu itu kemana mana selalu menunduk untuk melihat apakah ada batu bagus. Batu bagus ibarat emas yang belum terasah. Kemudian setelah jadi kami menjual dengan harga bersahabat (jujur saja harga yang kami tawarkan adalah suka suka).

Ketika jaman love bird saya juga ikutan membeli kurungan yang bagus dan mahal, yang pada akhirnya semua mati karena kami melupakannya ketika sedang ke Jogja.

Ketika jamannya memancing saya juga ikutan kesana kemari mencari tempat memancing yang asyik, meskipun hasilnya tidak seberapa dan malah pesta kambing di pinggir danau. Kami beramai ramai menyewa sampan untuk dapat menemukan tempat yang paling banyak ikannya. Dan hasil dari pemancingan itu hanya kami serahkan kepada tetangga kiri-kanan. Mereka bahagia saya juga bahagia. Dengan beberapa bulan ikutan hobi macam ini kulit saya menjadi lebih gelap dan malah kelihatan lebih tua dari umurnya, maka dari itu kemudian saya sadar dan menghentikan sementara hobi ini.

Ketika sedang hits menanam bunga gelombang cinta yang harganya menggiurkan itu saya juga ikutan. Didepan rumah kami menanamnya dengan sepenuh hati, kalau pagi dan sore kami menyiraminya dan ketika malam kami memasukkannya ke dalam rumah dengan penuh kecemasan. Kenapa cemas? Takut orang lain mencuri bunga kami yang sudah hampir bertongkol. Kejadian seperti ini bukanlah hal yang langka. Waktu itu harga satu bunga yang bertongkol setara dengan satu motor baru. Dan harga termurah bunga yang tingginya satu jari saja berharga 50.000. Sungguh diluar akal sehat hanya untuk sebuah bunga gelombang cinta dimana penampilannya saja tidak menarik sama sekali.

Ketika jamannya anak anak memodifikasi motornya dengan gaya retro, saya ikut ikutan juga mendandani dengan komponen retro juga. Hampir semua laki laki yang memiliki motor batangan merubah motornya menjadi CB style

Ketika sekarang anak anak sekarang sedang trend modifikasi motor bebek dengan gaya supercub, saya belum ikutan karena duitnya tidak cukup.

Satu hal yang tersisa dari semua itu hanyalah hobi untuk selalu membuat sketsa. Kemanapun saya pergi, saya selalu menyempatkan mengambil foto tempat tempat menarik, untuk kemudian di rumah saya membuatnya sketsanya di buku khusus. Dan kalau memungkinkan akan lebih menarik jika dapat membuat sketsa ditempatnya secara langsung. Kegiatan ini dapat menghindarkan saya untuk selalu bermain-main smartphone.

Ketika yang lain sedang demam mengoleksi Tupperware dan membawa bekal makanan kemana-mana saya juga ikutan.

Dan hobi sekarang yang saya tekuni adalah berkebun lada. Saya merasakan bahwa inilah yang paling cocok, disamping dapat menyegarkan pikiran ini juga dapat menghasilkan uang.

Memiliki Hobi Karbitan macam saya tidak memiliki karakter.

End.

21 thoughts on “Mereka mengatakannya adaptif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s