Saya Sudah Menyerah Menggunakan Linux Mint 18.2

ssss-e1512439759130.png

Akhirnya saya menyerah untuk bertahan menggunakan LinuxMint sebagai operating system utama. Mulai hari ini dan seterusnya saya akan menggunakan windows lagi untuk kegiatan sehari hari.

Kesulitan untuk menemukan software andalanlah yang membuat saya berpindah lagi ke windows. Sebenarnya ada juga aplikasi yang serupa dengan di windows, namun kualitas dan fiturnya masih jauh dibandingkan dengan windows.

Keputusan bulat yang saya ambil sebenarnya sehabis rapat tadi siang, seperti tahun tahun yang lalu aku sekali lagi mendapatkan tugas untuk mendesain brosur dan banner sekolah. Untuk itu saya membutuhkan Adobe Photoshop untuk sekedar corat coret.

Di Linux jelas tidak ada. Linux menawarkan aplikasi GIMP yang mirip dengan Adobe Photoshop. Fiturnya juga tidak kalah oke dengannya. Namun saya terasa malas untuk belajar lagi letak letak menunya dan mencari fitur fiturnya.

Saya pernah mengutak atiknya semalam suntuk hanya untuk sekedar membandingkan. Dan akhirnya saya menemukan GIMP terlalu rumit bagi saya. Membutuhkan beberapa langkah untuk sekedar mengedit hal yang sederhana.

Saya sudah mencoba memakai Wine untuk mengeksekusi Adobe Photoshop di lingkungan Linux, namun seperti yang sudah saya katakan sebelum ini, aplikasi ini berjalan sangat lambat dan malah menambah greget.

Dan akhirnya saya malah makan banyak mentimun sesudahnya.

Aplikasi yang kedua adalah masalah Office yang berhubungan dengan pekerjaan. Kami sering menggunakan excel, word, powerpoint dan kadang publisher. Di linux ada aplikasi Libre Office yang fungsinya dimiripkan dengan Microsoft Office.

Karena sebagai follower maka fiturnya juga kalah jauh segalanya dengan Office. Ketika saya menggunakannya seperti terlempar ketika saya masih kursus komputer sewaktu SMA. Tampilannya masih sederhana.

Meskipun ketika saya tweak ini itu kualitas hasil dokumennya menyamai office, saya masih membutuhkan simplisitas dalam bekerja dan tidak mau ambil pusing dengan ini itu untuk masalah yang sepele.

Itu saja sudah cukup bagiku untuk kembali berpaling ke Windows.

Saya masih menyimpan LinuxMint di flashdisk. Kelak saya akan menggunakannya untuk semacam recovery ketika windows tidak normal.

14 thoughts on “Saya Sudah Menyerah Menggunakan Linux Mint 18.2

    1. kemarin saya full linux, namun malah repot sendiri,berbagi file nya susah, formatnya berubah rubah antar aplikasi

      kalau dibuat dual malah ribet, tidak suka he he

      Like

  1. Kita sdh trbiasa dgn windows. Tptx, dgn aplikasi2x.

    Sy sblmx pake Ubuntu, dual boot sma windows. Skrang pake windows sj. Tapi, ttp brtahan dgn LibreOffice. Sy cm btuh Office Writerx sj.

    Prnh cb GIMP, dan sy stuju klo itu nda mudah.

    Liked by 1 person

    1. iya bro, shortcutnya sudah diluar kepala jadi kalau pindah ke gimp seperti belajar dari nol.

      nah kalau libre officenya jelas saya tidak bisa memakainya, karena saya dan teman teman sering menggunakan excel yang banyak memasukkan macro, kalau di share ke linux tidak mau berjalan dengan baik

      Liked by 2 people

    1. laptop saya meskipun baru, namun speknya paling rendah.

      harganya juga paling murah di antara type yang lain.

      saya tidak menyukai dual boot, rasanya aneh saja meskipun praktis

      Like

    1. kelemahan nya Linux ya aplikasi nya jarang yang bagus.

      instalasi aja ribet nya bukan main, kalau Windows tinggal klik klik sambil di baca petunjuk nya sudah bisa

      Like

  2. Linux mah memang perlu bljar extra, klau gak biasa, klau gak, jngan coba, bikin kesel. Wlaupun ttg linux itu konon itu OS standar yg mesti dipakai, klau gak salah udah ada regulasi hukumnya, cm sy lp.

    Like

    1. sangat mengesalkan, meskipun di komunitas open source mereka berkata bahwa kelebihan linux ya disitu (ruwetnya) tapi kenyataannya ya linux hanya cocok untuk hobby

      Like

    1. salam kenal jugaa,
      ah enggak, saya hanya sebatas menggunakan komputer untuk pekerjaan yang standard, macam office dan edit edit foto doank.

      Sangat tidak paham diluar itu

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s