Hari Guru ya?

IMG_20170807_073050

Jadi, hari ini adalah Hari Guru.

Guru bukan orang yang hebat, namun semua orang hebat lahir dengan hadirnya guru.

Kami merupakan lulusan dari Fakultas termurah dalam suatu Universitas.

Kami ikut berjuang membangun negeri tercinta tanpa mengharapkan balas jasa dari kalian

Kami tidak akan mengkhianati negeri ini dengan menanamkan sifat sifat kebencian antar sesama.

Yang kami inginkan hanyak anak didik kami berkembang, berubah dari yang tidak mengerti apa apa menjadi manusia yang berguna bagi sesamanya.

Kami memiliki style kampungan, tidak mengikuti mode terkini. Potongan rambut kami cupu namun selalu rapi. Kami tidak pernah memikirkan hal itu, kami tidak mempunyai waktu untuk melakukan hal hal yang tidak berguna, kami tidak ingin mendidik anak kami untuk berpenampilan eksotik, yang kami inginkan hanyalah mereka bersih dan rajin mandi pagi dan sore.

Kami kalah materi dengan kalian yang bekerja di sektor swasta dan yang lain, namun kami tidak pernah terkena penyakit parah dengan nama yang aneh aneh yang pengobatannya sampai menelan rumah dan sawah.

Kami selalu kalian tertawakan dengan tunjangan kecil yang sering kami ributkan, namun uang itu bagi kami halal dan penuh berkah.

Kami kalah telak dengan promosi kalian untuk melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan besar kalian, namun kami tidak pernah mengajak anak anak kepada hal maksiat dan merugikan demi keuntungan diri sendiri.

Kami selalu menunjuk ke hal hal yang terang, kami selalu memikirkan jauh, jauh kedepan untuk kalian.

Kami mendidik kalian dengan disiplin dan etos kerja keras dengan menghilangkan sifat manja, namun kalian menganggapnya lain.

Kami tidak pernah mempunyai payung hukum yang jelas ketika kami mendapatkan masalah dengan anak didik kami. Kami lemah.

Kami kalah dengan protes orang tua yang menginginkan anaknya tidak mendapatkan PR yang mereka tanggapi sebagai penyiksaan. Namun tujuan kami adalah agar mereka mau belajar dirumah dengan tekun.

Kami kalah dengan Kak Seto yang bersabda bahwa tidak ada anak yang nakal dan menambahi bahwa kami tidak diharuskan untuk menggertak, menaikkan suara dan mendisplinkan mereka, yang akan mengakibatkan mereka menjadi stress dan sulit diatur (ini juga kategori nakal kak seto, bagaimana sih). Namun dalam praktenya, jika hal tersebut kami lakukan kalian malah semakin bersungguh-sungguh mengejek kami.

Kami harus menjaga kepribadian dan tingkah laku sesuai dengan norma di masyarakat.

Proposal kami tentang pembangunan dan perbaikan gedung dan fasilitas selalu dijadikan nomor kesekian dibandingkan dengan proposal-proposal lain yang nilainya lebih menguntungkan dalam sekejap.

Namun di dalam masyarakat, kami tidak akan pernah menjadi orang yang disuruh untuk membeli rokok, untuk membeli paku, membeli roti dan mencari kertas pembungkus ketika hajatan.

Kami tidak pernah menjadi orang yang tugasnya angkat angkat beras, batu, meja kursi apalagi angkat minuman menjadi sinoman.

Namun, kami tidak pernah menjadi bagian orang di dapur yang bertugas untuk menunggu nyala api dan penuh peluh.

Kami tidak pernah menjadi orang yang disuruh ini itu untuk hal yang remeh. Kami tidak pernah menjadi bawahan siapapun. Kami tidak takut kepada boss kami (karena tidak punya) untuk izin beberapa hari karena sakit.

Kami tidak pernah mengenal istilah kerja kontrak yang kalian selalu bicarakan.

Kami tidak pernah mengenal PHK seperti yang kalian takutkan sehari-hari ketika sedang bekerja yang membuat badan kurus kering dan penyakitan.

Kami tidak pernah dengan takut dengan fisik yang melemah kemudian tidak dapat menghasilkan uang, kami dibutuhkan karena isi pikiran kami.

Namun kami merupakan manusia manusia yang paling di ingat sepanjang hayat. Kami selalu bertemu dengan orang baru setiap tahun. Akan berbeda dengan pekerjaan lain ketika seseorang sudah kehilangan jabatan maka semua tidak akan lagi menaruh rasa hormat.

Pekerjaan kami tidak membosankan, kami tidak monoton menjalani hidup ini. Akan selalu ada gairah dan lecutan semangat baru setiap tahun.

Tugas kami didepan, menerima tamu, mengobrol dengan mereka, dan berbicara dengan microphone di depan banyak hadirin dengan tingkatan kata yang telah disesuaikan. Kami sudah terlatih dengan sendirinya untuk merangkai kata didepan banyak orang tanpa perasaan grogi dan kebingungan.

 

KEBAHAGIAAN KAMI SEDERHANA.

MELIHAT KALIAN YANG PERNAH KAMI DIDIK MENJADI ORANG YANG SUKSES

SELAMAT HARI GURU.

Have a nice day

 

Tawadhu lah kalian dihadapan orang yang mengajari kalian (Umar bin Khattab).

END

 

17 thoughts on “Hari Guru ya?

  1. “Kami kalah materi dengan kalian yang bekerja di sektor swasta dan yang lain, namun kami tidak pernah terkena penyakit parah dengan nama yang aneh aneh yang pengobatannya sampai menelan rumah dan sawah”.

    Aamiin …. YRA

    Like

  2. Guru, ingat beliau semua, menderu haru di kalbu. Sungguh jasa-jasa beliau mendidik baca tulis, mengenali dan menyusun huruf, teringat lagi.
    Semoga amal ibadah beliau mengalir pahalanya sepanjang masa, melalui ilmu yang beliau bagi.
    Terima kasih guru-guruku… 🙂

    Like

    1. saya malah terkena karma mereka bang, dahulu saya sering membenci guru bahasa inggris, saya sering mengejek beliau di belakangnya, dan kini..saya malah menjadi bagian yang saya benci dulu

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s