Kopi yang di lebay kan di Cafe 

Saya bersyukur cukup menikmati kopi dengan kadar 7%.

Tak perlu ribet mencari kopi khas waktu pergi ke daerah lain.

Tidak terlalu lebay menemukan ketenangan di secangkir kopi. 

Tak perlu pula bayar kopi gengsi untuk diuplod dan di share agar kekinian. 

Tidak perlu alat brewer. Itu ada alat dirumah ga kepake (Jangan diminta. )

Tidak pula membayar mahal untuk membeli kopi yang katanya-masih katanya  enak. Apalagi yang secangkir sama dengan gaji sehari PRT.

Tidak ketagihan, atau kurang fokus kalau tidak minum kopi.

Pernah dikasih kopi hitam, katanya enak, malah jantung berdebar ga berhenti. Pernah rutin tiap hari minum kopi, tifusnya kambuh. Infeksi saluran kencing  juga malah bertambah  parah. Alhamdulillah.

Minuman itu ya begitu-begitu aja. Tinggal cara kita menikmati. Mau mahal, mau murah, setelah lewat kerongkongan ya hilang rasa.

16 thoughts on “Kopi yang di lebay kan di Cafe 

  1. Saya bikin kopi. Diamkan 10-15 menit hingga hangat, tidak terlalu panas. Lalu saya minum sekali teguk. Seperti minum air putih biasa… wahahahaha…. 🤣🤣

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s