Kebutuhan Sudah Terpenuhi Hanya di Rumah

Kami sekeluarga jarang keluar ke tempat yang jauh hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Misalkan bumbu dapur, sarapan, rokok, sayur dan lain lain.

Meskipun kami tinggal dikampung, kami tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan pokok. Setiap hari ada banyak pedagang keliling yang menawarkan dagangannya langsung di teras rumah. Kami tidak perlu lagi untuk pergi ke pasar hanya untuk membeli sebungkus garam dapur atau kapur semut yang wajib dimiliki itu.

Mulai sehabis subuh, pedagang pertama adalah tukang jamu tradisional yang masih digendong. Harga perbungkus  hanya 1.000, kami selalu membeli dua bungkus. Satu jamu kunir asem dan satunya lagi jamu beras kencur. Sehabis itu sekitar jam 6 ada pedagang makanan yang menjajakan gorengan, sarapan ringan dan aneka makanan kecil lainnya. Bagi ibu ibu yang malas masak untuk sarapan anak anaknya, pedagang ini menjadi sosok yang dirindukan. Sehabis pedagang makanan, agak siang ada pedagang sayur, dia menjajakan sayuran segar, daging, aneka kebutuhan dasar rumah tangga dan terutama adalah rokok. Kami secara pribadi menyukainya, karena ketika berbelanja kami sering diperbolehkan untuk memakai sistem barter. Kami mempunyai sayur berlebih dan dianya juga membutuhkan sayur segar untuk dijual kembali. Pedagang sayur pagi sebenarnya ada tiga, namun kami memilih yang pertama meskipun jualannya tidak selengkap dengan pedagang lainnya. Dari semua pedangan di atas, yang mengagumkan adalah mereka hanya berjalan kaki dari rumah-kerumah untuk berjualan.

Sehabis dhuhur adalah waktunya anak anak pulang sekolah, maka dari itu pedagang makanan kecil lah yang paling banyak mendominasi, ada pedagang cireng, bakso, mainan ,tahu kupat, pedagang nila, dan siomay. Pedagang seperti ini adalah idola anak anak. Bagi pedagang yang bersikap baik dan bisa bercanda dengan anak anak kecil, maka bisa dipastikan mereka bisa mendapatkan pelanggan yang loyal.

Sehabis pedagang untuk anak-anak, di ujung sore ada pedangan sayur lagi. Pedagang sore ini memiliki tujuan agar ibu ibu yang tidak sabar menunggu pedagang pagi datang bisa mendapatkan sayur lebih awal. Meskipun tidak segar lagi, tapi masih bisa di simpan di refrigerator.

Dan pedagang keliling terakhir adalah pedagang keong, sate ayam dan nasi/mie goreng bahkan juga ada bakso. Mereka berjualan dengan tipe pelanggan yang suka bergadang atau pekerja yang baru pulang dari tempat yang jauh.

Dari semua pedagang itu, kami tidak serta merta membeli dari mereka satu persatu secara rutin. Kami hanya membeli yang murah untuk langganan rutin, semisal jamu atau sayur. Itupun kami merasa tidak enak hati, karena pedagangnya berjalan kaki jauh dan sangat lelah.

Sedangkan pedagang yang tidak rutin adalah, pedagang kredit, pedagang kasur, pedagang alat rumah tangga, pedagang payung, pedagang obat, pedagang kelapa, pedagang buah.

Untuk memenuhi kebutuhan lain semisal listrik , air dan pulsa, kami hanya pakai sistem transfer saja dan kuitansi pembayaran sudah di antar kerumah oleh petugasnya.

Hidup semakin dipermudah, tapi hidup juga semakin mahal.

 

 

 

 

 

2 thoughts on “Kebutuhan Sudah Terpenuhi Hanya di Rumah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s