Aplikasi Yang Bikin Cepet  Naik Darah 

 

Aku sebagai operator sekolah berkewajiban untuk meng entry semua data yang berkaitan dengan sekolah. Mulai dari Nama siswa, hingga jumlah kursi di laboratorium dan juga harus memperhitungkan jumlah kerusakan minor dan mayor semua barang inventaris sampai dengan kondisi kusen disetiap ruangan. Sebagai gambaran apa saja yang data apa saja yang harus dimasukkan aku kasih contoh; misalkan ada siswa baru bernama Ikhsan Laili, maka kami harus entri, NIK, Nama orangtua, pekerjaan, jumlah pendapatan bulanan, alamat, no seri ijazah, no seri SKHUN, no pesertan Ujian Nasional SD, tinggi badan, berat badan, jumlah saudara, jarak rumah dengan sekolah, prestasi, riwayat penyakit, wali, JK, agama, status anak, NISN, No absen, No induk, No peserta KPPS, jenis kendaraan yang dipakai ke sekolah, tanggal lahir, dan masih banyak yang lain. Dan untuk entrian data kelas, jumlah kursi, meja, jam dinding, gambar, komputer, papan tulis, papan pengumuman, tempat cuci tangan, kondisi ruangan, tembok, kusen, pintu, jendela, gagang pintu, lantai, atap, panjang x lebar, tempat sampah..untung aja jumlah genteng gak disuruh ngisi.

Untuk “memudahkan” entri kami diberikan aplikasi Dapodik (Data Pokok Pendidikan)  yang bersumber dari Kemdikbud. Aplikasi ini bisa didownload secara mandiri oleh masing masing operator sekolah mulai dari SD sampai SMK. Dapodik bisa digunakan offline dengan tujuan ntuk mengantisipasi sekolah yang sulit mendapatkan koneksi internet. Sebelum menggunakan kami diberikan nomor registrasi berbeda beda antar sekolah oleh UPT Pendidikan yang digunakan untuk mengunlock aplikasi.

Kami mengerjakan entrian data secara offline dan secara berkala mengirimkan data yang berubah secara online. Istilah populer untuk kami adalah sinkronisasi !!!!!. Untuk sekolah yang kesulitan akses internet bisa menitipkan file hasil dowloand untuk kemudian di upload secara terpisah.

Untuk hasil data yang kami sinkronkan bisa dilihat secara langsung di situs Kemdikbud. Hasil ini akan terlihat bagi semua pengakses (kecuali no.rekening sekolah).  Jadi akan terpetakan rasio guru dan siswa di suatu daerah. Rasio siswa miskin dan mampu dan jumlah keseluruhan siswa dari se Indonesia.

Awalnya kami tidak keberatan dengan sistem ini karena semua data akan saling terhubung mulai dari SD hingga SMA/SMK. Operator SMK/SMA tinggal “tarik” siswa yang sudah diluluskan oleh operator SMP, sedangkan operator SMP juga tinggal “ tarik” dari hasil kerjaan operator SD. Jadi yang paling susah sebernya operator SD karena menginput data dari awal.

Tapi seiring berjalannya waktu, aplikasi ini jadi makin tambah fiturnya. Bukan menambah ringan dan mudah pekerjaan tapi malah bikin mbulet. Contohnya adalah penguncian edit nama dan tanggal lahir. Untuk menghapus satu siswa aja diharuskan untuk masuk kembali ke tahun sebelumnya baru bisa menghapus data tersebut (dan lebih sering gagalnya) atau diharuskan untuk upload scan ijazah untuk di approve oleh dinas.

Yang sering banyak dikeluhkan kami adalah rajinnya server down atau maintenance (sering memplesetkan menjadi “main tenis”). Bukan satu hal yang bisa dimaklumi karena ini server dari pemerintah, dan downnya itu pada saat saat kritis. Menyebalkan. Masa iya server pemerintah kalah dengan server TOKOPEDIA.  Bukankah bisa minta anggaran yang “lebih” untuk membangun server yang lebih mumpuni agar kerjaan menjadi lancar dan membuat kami bahagia karena hasil kerjaan bisa langsung dilihat tanpa harus menunggu berhari hari.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s