Tidak Bisa Mengusai Kelas

Tadi ada BBM masuk, eh ternyata mantan murid yang sekarang lagi kuliah di Sukoharjo (Universitas Veteran Bangun Nusantara). Dia ambil jurusan Pendidikan Matematika. Enggak heran juga kenapa dia ambil jurusan ini karena sewaktu masih aku ajar dia paling menonjol dalam itung itungan dan logika. Anaknya besar, subur dan kulitnya bersih. Tipikal juragan toko bangunan.

Setelah basa basi sebentar dia mulai curhat tentang kesulitan studinya dan menginginkan beberapa solusi dan saran dariku. Masalah klasik yang dihadapi oleh guru pemula.


Saat ini dia sedang mengikuti Program Pengalaman Lapangan (PPL)/field work di sebuah SMK Swasta. Karena dia masuknya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) maka praktek mengajar adalah mutlak lulus dengan nilai minimal B. Dia menceritakan dulu tentang muridnya yang semuanya cowok dan bandel bandel. Ketika dia mengajar tak ada seorangpun yang memperhatikan. Mereka juga tidak ada satupun yang mau mencatat apa yang ditulisnya di papan tulis. Jangankan mencatat, disuruh ke depan untuk mengerjakan di papan tulis saja tidak ada yang mau. Mereka bilang sudah paham tapi ketika di tes ternyata gak ada satupun yang mudeng padahal sudah diajarkan selama 3 kali pertemuan. Dan dia takutnya guru dan dosen pembimbing akan mengecek keadaan anak anak apakah sesuai atau tidak. Jika mendapatkan rating rendah maka dia ketakutan tidak lulus PPL ini yang berarti akan mengulang tahun depan. Yah pada intinya tidak seperti yang tertulis di buku panduan PPL dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, apalagi tips dan trik mengajar dengan sukses yang tersebar di internet.

Di bawah ini aku sarikan saran untuk dia;

Dari masalah tersebut terlihat bahwa dia tidak bisa menguasai kelas. Penguasaan kelas menjadi syarat utama agar kegiatan belajar mengajar berjalan dengan sukses. Penguasaan kelas harus dimulai dari awal guru masuk kelas sejak pertemuan pertama. Disiplin dan ajeg dalam pembelajaran merupakan faktor utama agar kelas dikuasai sepenuhnya. Jika mereka benar parah tidak mau memperhatikan, berceritalah tentang dirimu, mendongeng, kasih joke joke ringan dan cerita lucu, mereka akan sejenak memperhatikan padamu. Bagaimana kalau saya tidak bisa bercerita, pak? Di internet banyak banget cerita yang cocok untuk anak seusia SMK kamu tinggal cetak dan bacakan di depan kelas. Setelah itu jika mereka sudah mau memperhatikan masuklah ke materi yang diinginkan pelan pelan, sedikit demi sedikit, dimulai dari yang dasar dan sederhana setelah itu cek pemahaman anak dengan tes ringan. Setelah dirasa mereka paham lanjutkan materi yang lebih kompleks. Setelah materi selesai diajarkan di evaluasi kembali, dikasih soal mulai dari yang sederhana kemudian kompleks.

Masalah mereka tidak mau segalanya (denger,paham,nulis,maju) itu karena tidak memiliki semangat dan tujuan kenapa mereka harus menguasai materi tersebut. Kasih reward biar mereka punya jiwa kompetensi dan mau berusaha paham. Displin tidak harus pake teriak-teriak dan marah marah.

Sound simple, tapi prakteknya ya ampun banget. Membutuhkan kesabaran, ketelatenan, kecerdasan dan akal bulus tingkat dewa.

Guru menghadapi murid bandel,ngantuk, bosan, malas, nakal, aktif, sok tau, suka bercanda, naksir, benci, ngajakin berkelahi, mengejek dari belakang  itu sudah biasa. Itulah resiko sebagai guru dan pendidik yang harus dilalui dalam prosesnya untuk menjadi guru hebat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s